SATELITNEWS.COM, TIGARAKSA – Rumah milik Musri (85), warga Kampung Cibalentung RT 01/RW04, Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa terbakar, Senin (7/8). Diduga, kebakaran tersebut disebabkan korsleting listrik pada set top box (STB) televisi digital milik korban.
Salah satu warga Kampung Cibalentung, Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Ahmad Hidayat mengatakan, bahwa kebakaran yang menimpa rumah milik Mursi terjadi pada Senin (7/8) pukul 07.00 WIB. Katanya, awal mula terjadinya kebakaran tersebut, ketika dirinya duduk di depan rumahnya yang kebetulan lokasinya tidak jauh dari rumah korban kebakaran, tiba-tiba korban berteriak meminta tolong karena adanya kebakaran.
“Kejadian tersebut terjadi pada pukul 07.30 WIB. Waktu itu korban berteriak minta tolong, ” kata Ahmad Hidayat kepada Satelit News, Senin (7/8).
Melihat korban yang panik dan teriak meminta tolong, Ahmad Hidayat langsung memanggil warga sekitar, dan menghubungi pihak pemadam kebakaran pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, agar api bisa segera dipadamkan. Namun, karena api yang sudah sangat besar warga sekitar merasa kesulitan untuk memadamkan api tersebut.
Sementara itu, Komandan Regu Pemadam Kebakaran pada BPBD Kabupaten Tangerang, Margono Agus menambahkan, setelah mendapat informasi terjadinya kebakaran, pihaknya langsung menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Tigaraksa dan Pos Cisoka. “Setibanya di lokasi, api sudah sangat besar menyelimuti rumah korban,” katanya.
Setelah satu jam berjibaku dengan api, akhirnya kobaran api dapat dipadamkan. Kata Agus, dalam peristiwa kebakaran itu tidak ada korban jiwa ataupun luka. Hanya saja, rumah milik korban hancur. “Kalau korban jiwa ataupun luka tidak ada, tapi rumahnya hancur kebakar,” tandasnya.
Baca Juga: 3 Pelajar Ditangkap Buntut Kematian 2 Remaja di Alam Sutera
Menurut Agus, penyebab terjadinya kebakaran itu dikarenakan korsleting listrik pada kabel Set Top Box (STB) televisi yang tidak pernah dicabut. Bahkan televisinya pun tidak pernah mati. “Informasinya, STB nya ini memang tidak pernah dicabut dan televisinya selalu menyala,” tukasnya.
Pemilik rumah sekaligus korban, Mursi mengaku, akibat kebakaran itu, tidak ada lagi barang miliknya yang tersisa. Karena, kebakaran itu sudah menghanguskan rumah dan menghancurkan isi rumahnya.
“Semua ludes terbakar, pakaian pun juga hanya tinggal dibadan saja. Ssaya harap ada bantuan atau perhatian dari pemerintah. Kerugian yang ditaksir kurang lebih mencapai Rp 200 juta,” pungkasnya. (alfian/aditya)





















