SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, mencatat lahan pertanian padi yang dilanda kekeringan hingga saat ini sudah mencapai 1.079 hektar. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 5 hektar yang puso.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo mengatakan, dampak dari El Nino bukan hanya di Kabupaten Serang, melainkan terjadi diseluruh Indonesia. Untuk di Kabupaten Serang, ada seluas 1.079 hektar sawah yang kekeringan tersebar di 17 kecamatan.
Adapun kecamatan yang terdampak meliputi, Kecamatan Cinangka, Padarincang, Petir, Tunjung Teja, Cikeusal, Pamarayan, Jawilan, Kopo, Cikande, Mancak, Ciruas, Binuang, Tirtayasa, Tanara, Lebakwangi, Kibin, Carenang.
“Kekeringannya ada yang sedang, ringan, dan ada juga yang puso 5 hektar. Untuk usia padi yang kekeringan 20-60 hari, 15- 35 hari dan ada juga yang usianya 70- 80 hari,” kata Suhardjo, Minggu (3/9/2023).
Suhardjo menuturkan, untuk dampak kekeringan semakin meluas pihaknya mengupayakan melakukan pencegahan dengan meminjam pompa air ke pihak terkait.
“Yang ada sumber air kita lakukan pompanisasi, kalau yang tidak ada air, paling kita menunggu air hujan,” tuturnya.
Baca Juga: Bedolan Pamarayan Kabupaten Serang, Tradisi Turun Temurun yang Dinanti Masyarakat
Terkait bantuan benih, kata Suhardjo bantuan benih yang akan disalurkan oleh pihaknya ada tiga tahap. Untuk tahap pertama sudah ada sebanyak 1000 hektar yang ditebar, itu tersebar di dua kecamatan yakni Tunjung Teja dan Mancak.
Tahap kedua nanti akan ditebar di September sekitar 5000 hektar, kemudian nanti di bulan Oktober akan ditebar lagi sebanyak 10.000 hektar.
“Ini dalam rangka untuk menanggulangi elnino, kita diberikan kepercayaan oleh Kementerian pertanian sebanyak 16.000 hektar. Untuk bantuan yang kekeringan juga kita ada penggantian benih, kalau yang ikut asuransi ada bantuan berupa uang sebesar Rp 6 juta,” pungkasnya.(sidik)

















