SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, menyediakan stok beras 40 ton. Sebagai upaya, mengantisipasi gagal panen atau puso akibat kemarau panjang.
Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Distribusi Pangan DPKP Kabupaten Pandeglang, Sofiah mengatakan, ada sebanyak 40 ton cadangan beras yang disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen.
Cadangan beras itu katanya, bisa dengan segera dikeluarkan atau didistribusikan apabila ada pengajuan dari masyarakat atau petani, yang mengalami gagal panen. Jumlahnya, tergantung dari usulan atau permohonan yang disampaikan.
“Tergantung pengajuan dari bawahnya, atau dari yang terkena puso atau gagal panen,” kata Sofiah, Kamis (12/10/2023).
Sofiah mengaku, selama terjadi kemarau panjang yang berdampak terhadap keringnya areal pertanian, pihaknya belum mengeluarkan cadangan beras yang ada, karena belum ada yang mengajukan permohonan bantuan.
“Sampai saat ini, belum ada yang mengajukan permohonan bantuan beras akibat puso,” tandasnya.
Baca Juga: Terendam Banjir, Ribuan Hektar Persawahan di Pandeglang Terancam Gagal Panen
Kepala DPKP Kabupaten Pandeglang Nasir mengatakan, selain menyiapkan cadangan beras akibat gagal panen. Pihaknya juga, menyediakan stok beras untuk membantu warga yang masuk kategori miskin ekstrim akibat bencana kekeringan.
“Ada 106.598 KPM (Keluarga Penerima Manfaat), yang mendapatkan bantuan beras itu. Beras yang kita berikan sebanyak 1.065.980 kilogram setiap bulan kepada mereka, atau 10 kilogram untuk satu keluarga,” ungkap Nasir.
Nasir menerangkan, pembagian beras itu sudah masuk tahap kelima dari enam tahap, atau tinggal satu kali pengiriman dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Sedangkan, bantuan pangan dari Pemprov Banten akan disalurkan bagi 24.406 KPM.
“Bantuan beras yang diberikan 244.060 kilogram,” tuturnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Pandeglang Tb Udi Juhdi menyarankan, agar Pemkab turun ke lapangan untuk memastikan tidak ada gagal panen.
Baca Juga: Optimalkan PAD, DPKP Pandeglang Rehab RPH Labuan
Soalnya, musim kemarau panjang bisa menyebabkan gagal panen, dan merugikan para pengusaha padi.
“Kalau bisa, jangan hanya menunggu ada usulan permintaan bantuan beras. Khawatirnya, ada yang tidak mau mengajukan bantuan. Alangkah baiknya, memang turun langsung, kalau ada gagal panen, segera kirim bantuan tanpa harus menunggu permohonan bantuan dulu,” pesannya. (mg4)
























