SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Guna mengamankan pelaksanaan Pemilu 2024 agar tetap kondusif, sebanyak 900 personel polisi Polres Pandeglang dan jajaran, diterjunkan.
Jumlah itu, merupakan gabungan dari personel Polres Pandeglang, Ditektorat Samapta (Ditsamapta) Polda Banten, dan Brigade Mobil (Brimob) Polda Banten.
KabagOps Polres Pandeglang Komisaris Polisi (Kompol) Yogie Roozandi mengatakan, petugas gabungan yang diterjunkan itu memiliki tugas utana menjaga kondusifitas daerah, selama masa Pemilu 2024.
“Kita siagakan 900 personel, yang terdiri dari pasukan Ditsamapta Polda Banten, satu kompi dari satuan Brimob Polda Banten,” kata Yogie, di acara simulasi pengamanan Pemilu, Jumat (13/10/2023).
Yogie menerangkan, simulasi yang dilakukan pihaknya merupakan salah satu upaya atau kegiatan, untuk mengantisipasi kerusuhan selama masa Pemilu.
Dalam kegiatan itu, dilakukan simulasi kerusuhan akibat Pemilu serta penanganan kerusuhan yang terjadi oleh personel pengamanan.
Baca Juga: Panen Jagung, Polri Dukung Upaya Penguatan Ketahanan Pangan
“Kegiatan ini sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur), dan merupakan tahapan dalam rangka mengamankan Pemilu 2024. Jadi kita lakukan simulasi dan rapat eksternal, guna membahas dan menyelssaikan potensi hambatan yang akan terjadi selama masa Pemilu dan kita selesaikan secara bersama-sama,” tambahnya.
Yogi mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan dan peristiwa Pemiku sebelumnya, ada beberapa daerah yang dinyatakan sangat rawan, rawan, dan kurang rawan.
“Kami sudah menyiapkan formasi kerawanan, dari 35 kecamatan atau 3.759 TPS ada emapt pola yang sangat rawan, 18 TPS rawan, kemudian 3.337 TpS yang kurang rawan,” pungkasnya.
Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Pandeglang, Febri Setiadi mengatakan, ada beberapa bentuk pelanggaran yang biasa terjadi atau telah terjadi pada Pemilu sebelumnya.
Peristiwa itu ujarnya, menjadi bahan lembaganya untuk terus melakukan berbagai upaya agar hal yang sama tidak terjadi pada Pemilu 2024.
“Netralitas ASN, kemarin pernah terjadi di Kecamatan Cigeulis, Kecamatan Kaduhejo, dan beberapa kecamatan yang lain. Kemudian titik rawan seperti pemungutan suara ulang juga pernah terjadi di Desa Pasirmae , Kecamatan Cipeucang, dan itu menjadi perhatian utama kita untuk melakukan pencegahan,” paparnya.
Baca Juga: Seorang Gadis Di Pandeglang Diduga Menjadi Korban Kekerasan Kekasihnya Sendiri
Febri mengatakan, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan guna mencegah adanya pelanggaran Pemilu 2024, diantaranya melalui pendekatan dan sosialisasi ke semua kalangan.
“Kita melakukan pendekatan kepada semua ASN disemua tingkatan, serta melakukan sosialisasi terkait netralitas kepala desa, aparatur desa, BPD dan lain sebagainya,” tuturnya.
“Kita utamakan kegiatan pencegahan terlebih dahulu, setelah itu baru kita lakukan upaya penindakan apabila memang terbukti dan benar terjadi pelanggran pemilu,” sambungnya.
Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Pandeglang Rodi Herdiana berharap, agar pesta demokrasi yang akan dilakukan pada tahun 2024 bisa berjalan dengan aman dan kondusif.
“Semiga Pemilu bisa berjalan dengan lancar dan damai, kita harapkan dengan kegiatan ini Pemilu berjalan damai,” imbuhnya. (mg4)
