SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Sekelompok pemuda, yang menyebut dirinya Aliansi Remaja, Mahasiswa dan Pemuda Desa Banten Raya (Armada Baraya), menggelar deklarasi di Kampus STAI Syekh Manshur, Kamis (2/11/2023).
Dalam kesempatannya, Amin Widhi Handoko, didaulat sebagai Ketua Umum Armada Baraya.
Deklarasi dipelopori oleh seratus orang, yang merupakan perwakilan mahasiswa di 9 kampus, perwakilan pelajar di 17 SMU dan 21 pemuda Desa di Pandeglang, Lebak, Serang dan Tangerang.
Dalam orasinya, Amin menyebutkan, misi organisasinya ada tiga yaitu, mendorong kepedulian remaja, mahasiswa dan pemuda Desa untuk berperan aktif dalam proses pembangunan Desa di Desa masing-masing.
“Selain itu, meningkatkan kapasitas remaja, mahasiswa dan pemuda Desa dalam rangka partisipasi aktif di Desa,” kata Amin, Kamis (2/11/2023).
Lalu tambahnya, bersinergi dengan pihak-pihak lainnya dalam upaya mendorong pembangunan Desa yang berkualitas dan bertanggung jawab.
Baca Juga: Fantastis, Anggaran Revitalisasi Situ Cikedal Mencapai Rp9,7 Miliar
Untuk itu, Amin mengajak para remaja Desa, para Mahasiswa yang berasal dari Desa atau peduli terhadap Desa serta para pemuda Desa, untuk bergabung dalam organisasi tersebut.
Amin juga mengajak para stakeholder dari berbagai instansi dan lembaga, yang memiliki kerja di Desa untuk bersinergi. Menurutnya, kolaborasi akan menghadirkan pembangunan Desa yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam orasinya, Amin juga menyinggung keberadaan cadangan Pendamping Lokal Desa (PLD) dan cadangan Pendamping Desa (PD) yang belum ditempatkan.
Menurut Amin, saat ini telah bergabung ke dalam Armada Baraya, sejumlah 15 orang Cadangan PLD.
*Mereka seharusnya sudah ditempatkan, namun belum ditempatkan. Bahkan, mereka terindikasi diabaikan untuk dihanguskan haknya. Hal ini juga dialami oleh Cadangan PD hasil promosi, yang tak kunjung ditempatkan,” paparnya.
Untuk itu, Armada Baraya menuntut Kepala BPSDM Kementerian Desa selaku pihak yang menaungi Pendampingan Desa, agar segera menempatkan PLD Cadangan dan PD Cadangan hasil promosi di Provinsi Banten.
Baca Juga: SPPG Diduga Melanggar SOP, LIPP Banten Minta Pemerintah Segera Bertindak
“Kepentingan masyarakat Desa, tidak boleh jadi korban,” imbuhnya. (mardiana)
