SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), menargetkan tujuh kelahiran Badak Jawa dalam satu tahun. Agar target tersebut tercapai, masyarakat dan semua pihak terkait diminta bekerja sama dalam mencegah perburuan liar diwilayah konservasi.
Kepala Balai TNUK Ardi Andono mengatakan, Badak Jawa atau Badak Bercula Satu hanya terdapat di TNUK. Agar spesies tersebut tidak punah, pihaknya menargetkan rata-rata kelahiran Badak Jawa sekira tujuh ekor per tahun.
“Untuk mencapai target tersebut, perlu adanya tindakan dan rekayasa penanganan khusus, oleh sebab itu JRSCA (Javan Rhinos Study Conservation Area) ini dibangun,” kata Ardi, Minggu (5/11/2023).
Ardi mengaku, kelestarian Badak Jawa akan sulit dicapai apabila tidak didukung oleh para stakeholder, baik dari pemerintahan hingga Masyarakat, dari elemen teratas hingga bawah.
“Agar target itu bisa tercapai, tentunya kami juga membutuhkan kerja sama dan dukungan semua pihak, supaya tidak ada lagi perburuan liar,” tambahnya.
Ardi mengaku, pihaknya akan terus berupaya agar perburuan Badak Jawa tersebut tidak lagi terjadi, karena spesies tersebut tinggal ada di Kecamatan Sumur dan tidak bisa ditemukan ditempat lain.
“Kepada Masyarakat yang sebelumnya telah menyerahkan senjata rakitan atau locok ke TNUK saya ucapkan terima kasih. Diharapkan kejadian perburuan dan lainnya yang mengganggu aktifitas badak dikawasan TN Ujung Kulon tidak terulang Kembali,” ujarnya.
Menurut Ardi, pelestarian Badak Jawa perlu banyak dukungan dari berbagai sektor. Dari sektor Pendidikan contohnya, dapat dilakukan dengan mata pelajaran muatan lokal pendidikan lingkungan, penyadaran usia dini tentang lingkungan dan Badak Jawa serta KIP di desa penyangga, dari sektor perikanan dapat membantu dengan mina tani bagi masyarakat desa penyangga.
“Serta banyak hal lain yang bisa kita lakukan bersama,” tandasnya
Kepal Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Hasan Basri mengatakan, pihaknya akan menyampaikan hal tersebut kepada semua sekolah agar anak atau peserta didik mengerti dan memahami mengenai Badak Cula Satu serta pentingnya menjaga lingkungan.
Hal itu, kata dia, penting untuk dilakukan karena habitat Badak Jawa bisa menjadi salah satu potensi wisata.
Apabila hal itu dikembangkan dan dikelola dengan baik, tentunya akan menjadi salah satu pergerakan perekonomian masyarakat setempat.
“Kelestarian Badak Jawa dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dengan memanfaatkan ekowisata yang ada. Kita juga perlu bersinergi dan kolaborasi antar stakeholder bersama Taman Nasional dalam melestarikan habitat dan satwa Badak Jawa,” pungkasnya.
Kepala Desa Ujungjaya, Kecamatan Sumur Sardan mengaku, siap menjaga kelestarian TNUK serta mendukung pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa penyangga dan menjadikan desa wisata.
“Tentunya hal ini menjadi angin segar dan salah satu potensi yang harus kita gali dengan baik. Dengan begitu, pusat perekonomian baru bisa tumbuh,” imbuhnya. (mg4)