SATELITNEWS.COM, TANGSEL— Muhammad Sohibul Huda, pedagang pecel lele yang hanyut terbawa arus deras aliran anak Kali Angke di Jalan Arya Putra, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan Senin (4/12) telah ditemukan.
Jenazah pria tersebut hanyut sejauh enam kilometer sebelum ditemukan tim SAR gabungan dalam keadaan tersangkut di sebuah pintu air di Kali Taman Menteng, Bintaro.
Korban ditemukan Regu 3 Tim SAR gabungan pada hari kedua pencarian, Selasa (5/12).
“Regu tiga ini turun di taman Menteng dan ditemukanlah korban yang kita cari. Posisinya masih tersangkut. Karena sudah lewat 24 jam juga, korban sudah mulai naik. Dan alhamdulillah SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian siang ini kita temukan,” ujar Esa, Komandan Regu 3 di lokasi.
Esa menjelaskan, timnya yang melakukan penyisiran di wilayah tersebut mendapati korban di bagian bawah pintu air. Kata dia, evakuasi tersebut sempat terkendala lantaran arus air yang cukup kencang. Bahkan, saat hendak diangkat, jenazah korban terlepas dan hanyut.
“Dibawah pintu air, sama tim penyisiran disekitaran pintu jembatan yang berada di taman Menteng ini korban terlihat tersangkut. Akhirnya kita evakuasi, cuma ada kendala sedikit karena arus lumayan kencang, dan korban terlepas akhirnya dilakukan pengejaran untuk evakuasi dititik ini,” paparnya.
Baca Juga: Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat
Pantauan di lokasi, proses evakuasi berlangsung dramatis. Kondisi korban yang berada tepat di bawah pintu air terlihat menyulitkan petugas. Selain itu, puluhan warga maupun pengendara yang melintas memadati pinggir kali untuk menyaksikan proses evakuasi.
Komandan tim Basarnas Jakarta, Andi mengatakan, skema pencarian dibagi dalam 3 satuan regu. Memasuki hari kedua pun dilakukan perluasan pencarian sampai 10 kilometer. Bahkan, kata dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Jakarta Barat. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi jika korban sampai terbawa arus hilir kali.
“Untuk keluasan wilayah kita sampai ke radius 10 kilo an. Skema nya kita bagi 3 SRU , satu kita melakukan bodyrafting dari sini sampai Empang Sari. Kemudian teman-teman melanjutkan sampai ke Bendungan Perumahan Nuri. Untuk tim 2 melakukan penyisiran dari Empang Sari kemudian menuju ke Ciputat Baru. Dari Ciputat Baru, ada lagi tim rafting SRU 3 ke Taman Menteng, ” ungkapnya.
Andi menerangkan, sejak hari pertama pencarian, pihaknya mengalami kesulitan lantaran banyaknya tumpukan sampah. Alhasil, tenaga para relawan terkuras habis untuk menaikkan sampah lantaran mengganggu aktivitas pencarian.
“Karena ada beberapa titik di daerah banyak sampah mau dibongkar,” katanya.
Ia menambahkan, untuk proses pencarian korban sampai ketemu tidak dilakukan penyelaman. Hal itu lantaran medan kali yang tidak memungkinkan untuk dilakukan.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Selatan Putuskan Tak Perpanjang PJJ
“Itu tergantung pak, kalau misalnya kita lihat medan dan situasinya. Kalau misalnya tidak safety untuk kita, kita tidak lakukan. Karena istilahnya jangan sampai menambah korban lagi,” paparnya.
“Ada yang deras ada yang tidak, itu dilihat dari karakter sungai ini berbeda beda, ada jeram dan tidak. Makanya tadi ada temen temen memastikan di jeram itu mereka coba buka,” sambungnya.
Sebagai informasi, pada titik awalnya korban tenggelam kini tengah dipasang pagar besi pada sisi jembatan oleh warga. Garis polisi pun terlihat masih melintang.
Diberitakan sebelumnya, seorang penjual pecel lele bernama Muhammad Sohibul Huda, 32, hilang setelah hanyut terbawa arus Kali Angke, di Jalan Arya Putra, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Pada saat kejadian berlangsung, korban diduga tengah mengambil benda di aliran tersebut. Hal itu diketahui dari rekaman kamera CCTV sekitar pukul 02.06 WIB.
Dalam rekaman CCTV itu, korban tampak berjalan dari arah sisi sungai. Korban kemudian turun menginjak eceng gondok dan terlihat mengambil sesuatu, namun kencangnya arus membuat korban malah tenggelam dan hanyut. (eko)
























