SATELITNEWS.COM, SERANG – Presiden RI Jokowi, membagikan ribuan paket Bantuan Sosial (Bansos) beras kepada 1.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Serang, Senin (8/1/2024).
Selain itu, Presiden juga meninjau Gudang Beras Bulog (GBB) Umbul Tengah, untuk memastikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Peninjauan stok beras ini bertujuan untuk memantau stabilitas pangan. Menurutnya, ketersediaan stok pangan terutama beras mampu memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi di Indonesia.
“Sekarang stok beras 1,3 juta ton. Untuk stabilitas kita harus memiliki stok di gudang-gudang Bulog. Negara kalo panennya gagal Bulog bisa membantu menutup itu,” ungkap Jokowi.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Jokowi turut berdialog dan menyerahkan bantuan pangan cadangan pangan pemerintah (CBP) kepada sejumlah penerima manfaat.
Dalam dialognya bersama masyarakat, Presiden ingin memastikan bahwa para penerima manfaat yang hadir telah menerima bantuan pangan berupa beras 10 kilogram setiap bulannya.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Pemprov Banten Optimalkan Puskagro
Sejumlah masyarakat yang hadir juga menjelaskan bahwa mereka merupakan penerima manfaat tambahan sehingga baru mulai memperoleh bantuan pada bulan Januari 2024.
“Karena kemarin kan sudah dimulai September, Oktober, November, Desember, tapi ada yang pendaftar baru sehingga di Januari ini bisa masuk untuk mendapatkan,” tambahnya.
Kepala Negara-pun menyampaikan, para penerima manfaat nantinya akan memperoleh bantuan hingga bulan Maret 2024. Lebih lanjut, jika kondisi APBN dinilai mencukupi, maka bantuan serupa akan dilanjutkan oleh pemerintah hingga bulan Juni 2024.
“Nanti kita hitung-hitungan lagi, kalau APBN memungkinkan kita lanjutkan lagi April, Mei, Juni, setuju?” tanya Presiden.
Oleh karenanya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan berusaha untuk melakukan perhitungan yang baik sehingga bantuan tersebut dapat terwujud dan terlaksana hingga Juni 2024 mendatang.
“Kita akan berusaha agar nanti bisa dilanjutkan di April, Mei, Juni,” tandasnya.
Baca Juga: Dampak Konflik Timur Tengah, Eks Menlu Minta Pemkab Tangerang Perkuat Kemandirian Pangan
Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menghimbau kepada masyarakat untuk menanam beberapa tanaman komoditas pangan, seperti cabai dan tomat. Hal tersebut bisa dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan rumah atau dengan teknik budidaya tanaman yang menggunakan pot (Tabulampot).
Dengan menanam secara mandiri, menurut presiden, permasalahan kelangkaan hingga kenaikan harga cabai dan tomat dapat dihindari.
“Cabe dan tomat itu bisa tanam sendiri, tanam itu gampang banget di rumah masing-masing. Cabe dan tomat itu naik turun karena musim. Sulit ga sih tanam cabe atau tomat? Di pot juga bisa di belakang rumah bisa,” kata Jokowi lagi.
Sementara, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyampaikan, kapasitas satu gudang bulog mampu menampung 3.000-3.500 ton beras.
Yang mana, kapasitas tersebut diutamakan untuk menampung pangan terutama beras baik beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) atau stok beras hasil dari petani di Kota Serang itu sendiri.
“Setiap kunjungan, beliau memastikan stok di bulog itu ada. Januari – Maret 2024, sudah harus dijalankan pembagian cadangan beras pemerintah ini,” ungkapnya.
Tidak hanya beras, Arief juga berharap Gudang Beras Bulog (GBB) ini mampu menyiapkan ketersediaan jagung dan kedelai. Yang mana, kondisi komoditas tersebut kini sudah mulai mengalami kenaikan dan kebutuhan yang cukup tinggi.
“Harga jagung hari ini termasuk tinggi di atas Rp7.800 sampai Rp8.000. Untuk mendapatkan jagung itu di data melalui Program Kelurga Harapan (PKH) yang ada di Kementan dan teman-teman Bulog mengintervensi,” pungkasnya. (luthfi)
























