SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, serta ketegangan Eurasia antara Ukraina dan Rusia, memicu krisis energi dan pangan global. Merespons kondisi tersebut, mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Noer Hassan Wirajuda, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk turun tangan memperkuat kemandirian pangan di wilayah masing-masing.
Hal tersebut ditegaskan Hassan dalam perhelatan Tangerang International Development Seminar 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Kecamatan Pagedangan, Senin (25/5/2026).
”Konflik di Timur Tengah kan menghambat jalur pangan dan jasa di Selat Hormuz, artinya arus energi seperti minyak, gas, dan pupuk menjadi terhambat. Kalau pupuk terhambat, berarti target ketahanan pangan tidak bisa tercapai. Maka dari itu, Pemerintah Daerah harus dapat memperkuat kemandirian pangan,” ujar Hassan Wirajuda kepada Satelit News.
Menurut Hassan, disrupsi geopolitik global berpotensi besar menghambat upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk Indonesia secara mandiri. Kendati demikian, ia menyebut bahwa di tengah badai global saat ini, Indonesia sejatinya telah menjadi bangsa yang hampir mencapai swasembada pangan.
”Sebab kalau terjadi disrupsi karena perang atau krisis di tempat lain, kita harus relatif bisa bertahan. Kita tidak bisa tebak apa yang terjadi di tahun depan, krisis mana lagi atau perang di mana lagi. Jadi pemerintah harus mengarah pada kemandirian kita sebagai bangsa,” pungkas diplomat senior tersebut.
Dongkrak 78.500 UMKM
Menyikapi peringatan tersebut, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus bergerak cepat mengamankan stabilitas ekonomi dan pangan masyarakat. Langkah konkret dilakukan melalui pemantapan swasembada pangan hortikultura dan penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
”Kita terus tingkatkan swasembada pangan lokal seperti budi daya jagung, melon, hingga sayur-mayur. Secara simultan, kami juga menggenjot sektor UMKM-nya supaya ekonomi masyarakat lapis bawah tetap stabil,” jelas Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini.
Rudi mengungkapkan, populasi pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang menunjukkan tren pertumbuhan yang positif setiap tahunnya. Saat ini, tercatat sudah ada 78.500 unit usaha mikro, kecil, dan menengah yang aktif beroperasi di wilayahnya. Sektor ini menjadi pilar krusial karena mampu menyerap sekitar 90 persen tenaga kerja lokal.
”Langkah intensif ini tentunya ditujukan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat, sekaligus membangun fondasi kemandirian daerah melalui pemberdayaan UMKM,” kuncinya. (alfian/aditya)