SATELITNEWS.COM, LEBAK—Sungguh malang nasib keluarga Abdul Rohman. Warga Kampung Cihuni, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak ini hampir sekeluarga mengalami kelumpuhan.
Lebih memprihatinkannya lagi, keterbatasan fisik akibat penyakit yang dideritanya bertambah dengan himpitan ekonomi sehingga mereka hanya mampu menaruh harapan pada saudara dan tetangga untuk makan sehari-hari.
Informasi yang dihimpun, Abdul Rohman dan kelima saudaranya yakni Misto, Rahmat Hidayat, Sumantri, dan Elah sudah bertahun-tahun mengalami kelumpuhan pada bagian kakinya. Penyakit yang dideritanya tersebut membuat dirinya sulit untuk beraktivitas.
Abdul Rohman bersama keluarganya tinggal di gubuk reyot yang terbuat dari material anyaman bambu dan kayu. Kondisi rumah yang jauh dari kata layak seringkali membuat mereka was-was terutama saat hujan turun. Terlebih bila hujan disertai angin kencang.
Mereka kini tidak berdaya dan hanya bisa berharap belas kasihan. Pemerintah diharapkan bisa segera membantu keluarga miskin tersebut. “Saya enam tahun, ada yang 20 tahun, 2 tahun dan delapan tahun. Enam saudara cuma satu keponakan,”Abdul Rohman mengungkapkan jumlah keluarganya yang memiliki penyakit yang sama dengan dirinya, Rabu (10/1/2024). “Keluarga semuanya delapan, enam yang mengalami sakit ini. Dua itu sehat,” timpalnya.
Abdul Rohman menuturkan, jika kondisi fisiknya memiliki tubuh fisik yang sehat dan normal. Begitupun dengan empat saudara dan satu ponakannya tersebut. Namun, gejala yang ia rasakan dimulai dari lemas sakit pinggang, punggung hingga akhirnya semakin lama semakin sulit bergerak.
Baca Juga: Ribuan Pramuka Garuda Lebak Didorong Jadi Generasi Berkarakter
“Untuk makan kami seadanya, karena untuk masak saudara kami yang perempuan sudah tidak bisa apa-apa. Hanya bisa berbaring di atas tempat tidurnya. Kadang menerima bantuan dari tetangga untuk makan sehari-hari,”katanya.
Anggota keluarga lainnya, Rahmat menambahkan, keluarganya mendapatkan bantuan berupa BLT (bantuan langsung tunai) namun belum mendapatkan bantuan untuk pengobatan ke rumah sakit. Sementara pengobatan hanya dilakukan oleh pihak puskesmas. “Ada dari puskesmas kontrol. Kami berharap ke pemerintah agar bisa memberi bantuan pengobatan,” tandasnya.
Kata Rahmat, bantuan pengobatan sangat diharapkan. Sebab, untuk berobat jika harus mengeluarkan biaya sendiri dirinya pun mengaku tak sanggup. Sebab jangankan untuk berobat, untuk makan pun mereka mengharapkan bantuan dari tetangga dan kedua saudaranya yang sehat tersebut.
Salah satu tetangga Rohman, Sulihat mengatakan, Rohman beserta saudaranya telah mengalami kelumpuhan sejak lama. Ia pun membenarkan jika untuk kebutuhan sehari-hari memang dibantu tetangga. “Iya Rohman dan keluarganya tinggal di rumah panggung. Untuk kebutuhan sehari-hari kadang dibantu oleh para tetangga,” ujarnya.(mulyana)
























