SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Tentara Nasional Indonesia (TNI) berada pada peringkat teratas sebagai lembaga negara yang paling dipercaya masyarakat. KPK berada di peringkat ke-7 dan partai politik (parpol) berada di posisi buncit dari 11 lembaga negara, lembaga penegak hukum dan lembaga politik.
Berdasarkan temuan survei lembaga Indikator Politik Indonesia, tren kepercayaan publik terhadap TNI mencapai 89 persen. Rinciannya, 19 persen sangat percaya, 70 persen cukup percaya, 8 persen kurang percaya, dan 2 persen responden menyatakan tidak tahu/tidak jawab (TT/TJ).
“Salah satunya karena TNI menjaga jarak dengan politik praktis. Jadi profesionalisme militer itu justru membantu peningkatan trust terhadap TNI,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, saat memaparkan hasil survei “Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap Lembaga Negara, Penegak Hukum dan Politik” yang digelar virtual, Selasa (23/1).
Meski demikian, tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap TNI sekaligus merupakan wanti-wanti. “Kalau terlibat itu punya efek terhadap penurunan trust terhadap TNI. Jadi sayang jangan masuk ke situ,” ujar Burhanuddin.
Posisi kedua diisi lembaga Presiden sebanyak 86 persen. Rinciannya, 20 persen sangat percaya, 66 persen cukup percaya, 9 persen kurang percaya, 1 persen tidak percaya sama sekali, dan 3 persen TT/TJ.
Tren tingkat kepercayaan terhadap Presiden Jokowi mengalami penurunan. Tingkat kepercayaan mencapai 92,8 persen pada awal Juni 2023. Turun drastis menjadi 89,9 akhir Juni 2023. Pada Oktober 2023, meningkat jadi 90,1 persen.
Penurunan konsisten terhadap Jokowi terjadi setelah itu, yakni, 88,3 persen di survei 26 Oktober-1 November 2023; 87,5 persen pada 23 November-1 Desember 2023; dan 86,7 persen pada 30 Desember 2023-6 Januari 2024.
Tingkat kepercayaan pemilih Anies-Muhaimin terhadap kinerja Jokowi paling rendah jika dibandingbasis pemilih Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud.
Dari sebanyak 25,5 persen yang memilih Anies, yang percaya terhadap Jokowi hanya 68,8 persen. Sementara itu, 45,8 persen responden memilih Prabowo -Gibran, dengan 95,4 persen percaya Jokowi. Sebanyak 23 persen dari total responden memilih Ganjar–Mahfud, 90,1 persen percaya Jokowi.
Di posisi ketiga, Kejaksaan Agung menjadi lembaga hukum paling dipercaya publik dengan persentase mencapai 76 persen. Rinciannya, 10 persen sangat percaya, 66 persen cukup percaya, 18 persen kurang percaya, 2 persen tidak percaya sama sekali, dan 4 persen TT/TJ.
Posisi keempat dihuni Polri sebesar 75 persen dengan rincian, 12 persen sangat percaya, 63 persen cukup percaya, 21 persen kurang percaya, 2 persen tidak percaya sama sekali, dan 2 persen TT/TJ.
Polri mengalami tren kenaikan kepercayaan publik. Kepolisian sempat mengalami penurunan tajam hingga sekitar November 2022. Saat itu, lebih rendah ketimbang DPR, tapi kemudian tingkat kepercayaannya kembali meningkat dan saat ini lebih tinggi ketimbang KPK.
Peringkat kelima terdapat lembaga Pengadilan dengan 75 persen. Rinciannya, 10 persen sangat percaya, 65 persen cukup percaya, 19 persen kurang percaya, 2 persen tidak percaya sama sekali, dan 3 persen TT/TJ.
Peringkat keenam ada Mahkamah Kontitusi yang meraih 71 persen. Rinciannya, 8 persen sangat percaya, 63 persen cukup percaya, 21 persen kurang percaya, 3 persen tidak percaya sama sekali, dan 5 persen TT/TJ.
KPK berada di posisi ke-7 dengan tingkat kepercayaan 70 persen. Rinciannya, 9 persen sangat percaya, 61 persen cukup percaya, 24 persen kurang percaya, 3 persen tidak percaya sama sekali, dan 3 persen TT/TJ.
Posisi kedelapan ditempati MPR dengan persentase 70 persen. Rinciannya, 7 persen sangat percaya, 63 persen cukup percaya, 24 persen kurang percaya, 2 persen tidak percaya sama sekali, dan 4 persen TT/TJ.
Posisi ke-9 dihuni Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dengan persentase 68 persen. Rinciannya, 7 persen sangat percaya, 61 persen cukup percaya, 25 persen kurang percaya, 2 persen tidak percaya sama sekali, dan 4 persen TT/TJ.
Peringkat ke-10 ditempati DPR dengan persentase sebesar 65 persen. Rinciannya, 7 persen sangat percaya, 58 persen cukup percaya, 29 persen kurang percaya, 3 persen tidak percaya sama sekali, dan 3 persen TT/TJ.
Posisi buncit diisi oleh Parpol dengan tingkat kepercayaan mencapai 64 persen. Rinciannya, 6 persen sangat percaya, 58 persen cukup percaya, 29 persen kurang percaya, 4 persen tidak percaya sama sekali, dan 4 persen TT/TJ.
Survei dilaksanakan pada 30 Desember 2023 hingga 6 Januari 2024 dengan metode multistage random sampling, dilakukan lewat wawancara tatap muka. Survei melibatkan 1.200 orang dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional dan dilakukan oversample di 13 provinsi. Dengan demikian total sampel sebanyak 4.560 responden. Margin of error lebih kurang 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (bbs/san)