SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Sejumlah Pondok (Ponpes) Pesantren di Kota Tangerang mulai melakukan aktivitasnya setelah 3 bulan berhenti akibat Pandemi Covid-19. Salah satunya yakni Ponpes An-Nuqthah yang berlokasi di H Ismail Gang Bebek, RT 002 RW 004, Cipete, Pinang. Bagaimana suasananya ?
Jam dinding saat itu menunjukkan waktu pukul 11.30 WIB. Semua santri dan santriwati di Ponpes An-Nuqthah mulai bersiap-siap melaksanakan salat Dzuhur berjamaah.
Satu per satu mereka memasuki tempat wudu. Usainya, mereka memasuki musala. Namun tak seperti biasanya, jarak saf santri yang melaksanakan tak lagi rapat. Mereka berjarak sekira 1 meter.
Pembatasan itu sesuai anjuran Pemerintah. Itu merupakan protokol kesehatan yang wajib diterapkan tak hanya di pesantren namun juga di semua lokasi di tengah pandemi covid-19. Tujuannya untuk menghindari penularan Covid-19.
Kemarin (17/6) adalah hari pertama bagi santri dan santriwati Ponpes An-Nuqthah melaksanakan aktivitasnya di pesantren. Sebelumnya, mereka harus dipulangkan ke rumah masing-masing akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Pemerintah untuk menangani Pandemi Covid-19.
Ponpes An-Nuqthah memulai aktivitasnya bukan tanpa alasan. Keputusan tersebut sesuai pernyataan Pemerintah. Pesantren disebut sebagai lembaga pendidikan yang dapat melaksanakan aktivitasnya kembali meski di tengah pandemi Covid-19 karena potensi penularannya dinilai sangat minim.
Baca Juga: Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi
Kendati begitu, Ponpes An-Nuqthah tetap menerapkan protokol kesehatan. Pengajar, santri dan pengunjung wajib melakukan pengecekan suhu tubuh saat hendak masuk ke dalam pesantren. Para santri wajib memberikan surat keterangan sehat dari dokter.
Pengajar di Ponpes An-Nuqthah Aziz Saepudin mengatakan meski telah dibuka kembali pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan. Tujuannya, agar para santri steril dari Covid-19.
“Per hari ini sudah kami laksanakan kegiatan keagamaan di pesantren. Tapi kalau untuk KBM belum mungkin dalam waktu dekat akan kami laksanakan. Kan baru-baru sehari ini mereka masuk pesantren,” ujarnya kepada Satelit News, Rabu (17/6).
Menurut, Aziz potensi penularan covid-19 di pesantren sangat kecil. Pasalnya, dalam jangka waktu yang lama mereka tak diizinkan untuk pergi keluar pesantren. Termasuk pulang ke rumah kecuali ada kepentingan khusus.
“Kalau mau pulang kan ada waktunya, pesantren kan beda sama sekolah umum. Mereka jarang kemana-mana, pergaulannya pun paling banyak ya di sini (pesantren). Mau kemana-mana musti ijin. Insyallah disini kita aman,” jelasnya.
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Ahmad Baijuri mengatakan sejauh ini memang sudah banyak pesantren di Kota Tangerang kembali beraktivitas. Hal ini berkaitan dengan ajuran Pemerintah Pusat kalau pesantren salah satu lembaga pendidikan yang dapat melanjutkan KBM meski ditengah Covid-19.
Baca Juga: Wali Kota Tangerang Sachrudin Putuskan PJJ Diperpanjang hingga Jumat
“Di Kota Tangerang itu ada sekitar 100 pesantren dan banyak pesantren di kota yang sudah mulai masuk. Tapi wajib memperhatikan protokol kesehatan kalau mau buka meskipun telah mendapat anjuran pemerintah,” ujarnya.
Termasuk Ponpes yang dia pimpin saat ini, Ponpes Terpadu As-Sa’adah. Ponpes Terpadu As-Sa’adah telah melakukan KBM. Meski gelombang masuknya santri ke Pesantren tersebut bertahap.
“Di saya (pesantren milik Baijuri) sudah masuk sebagian. karena saya buat masuk bertahap, mengikuti protokol kesehatan,” pungkasnya. (irfan/gatot)
























