Minggu, 6 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Mendambakan Oposisi Bising

Oleh: Rivyan Bomantara*

Oleh Deddy Maqsudi
Rabu, 31 Jan 2024 17:59 WIB
Rubrik Headline, Kolom
Mendambakan Oposisi Bising

OPINI PILPRES: Rivyan Bomantara, Analis Media di Indonesia Indicator, Tinggal di Kota Tangerang Selatan. (DOK PRIBADI)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

PILPRES tinggal hitungan hari, temperatur politik nasional pun kian mendidih. Anies, Prabowo, Ganjar kini menjadi topik pembahasan utama di setiap sudut yang dapat ditemui. Gerilya kampanye hingga konsolidasi kecil-kecilan mulai digencarkan oleh masing-masing pihak, tentunya dengan tujuan sama: kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Dinamika politik penuh drama dan intrik kini sampai pada babak yang paling menentukan plot cerita. Siapakah 01 RI selanjutnya? semua ditentukan pada 14 Februari 2024, lewat lembar demi lembar surat suara KPU yang dinyatakan sah.

Tulisan ini tidak ditujukan untuk mendukung satu paslon tertentu, bukan pula untuk mendiskreditkan paslon lainnya. Tulisan ini semata-mata ingin meneropong gambaran oposisi dalam bingkai demokrasi Indonesia kedepannya.

 

Anies-Ganjar Kian Mesra

Kehadiran tiga paslon membuat isu pilpres dua putaran menjadi populer di masyarakat. Hal ini pula yang kemudian menyebabkan kedekatan koalisi Anies-Ganjar menjadi isu publik. Sebab, Saat artikel ini ditulis, pasangan Prabowo-Gibran masih memimpin tangga elektabilitas di berbagai survei. Beberapa hasil survei menunjukkan bahwa Prabowo-Gibran dominan dalam Pemilu kali ini.

Baca Juga: Pengurus PKB Kota Tangerang Silaturahmi dengan Sachrudin

Survei yang diadakan oleh Lembaga Survei Nasional (LSN) menghasilkan Prabowo-Gibran memimpin dengan 49,5%, diikuti Anies-Cak Imin 24,3%, dan Ganjar-Mahfud 20,5%. Survei dari Ipsos Public Affairs juga menujukkan hasil dengan urutan yang sama, Prabowo-Gibran 48,05%, Anies-Cak Imin 21,80%, dan Ganjar-Mahfud 18,35%. Selain itu, Prabowo-Gibran juga unggul dalam survei rilisan Indonesia Political Opinion (IPO) dengan 42,3%, diikuti Anies-cak imin 34,5%, dan ganjar-mahfud 21,5%.

Belakangan, salah satu isu paling hangat terkait Pilpres 2024 adalah wacana konsolidasi antara pihak 01 dan 03. Hal ini sebenarnya bukanlah wacana baru. Jauh sebelum capres-cawapres, Anies dan Ganjar memang acap kali dijodoh-jodohkan. Apalagi keduanya pernah menjabat sebagai gubernur dan memiliki rekam jejak yang relatif baik.

BeritaTerbaru

28 Tim Sepakbola Kecamatan Berebut Piala Bupati Tangerang

Sabtu, 5 Sep 2026 20:04 WIB

Bobol Gawang PSIM Lebih Dulu, Persita Harus Puas Bawa Satu Poin

Sabtu, 5 Sep 2026 19:54 WIB
Erupsi Gunung Anak Krakatau Hasilkan Lava Air Mancur

Erupsi Gunung Anak Krakatau Hasilkan Lava Air Mancur

Sabtu, 5 Sep 2026 08:42 WIB
80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti

80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti

Sabtu, 5 Sep 2026 08:04 WIB

Menduetkan Anies dan Ganjar adalah simbol konsolidasi nasional bagi kedua kubu yang tak pernah akrab ini. Ganjar dilihat sebagai bakal capres yang akan melanjutkan program Jokowi, sedang Anies bakal capres dengan standing position yang jelas: menjalankan politik perubahan.

Sayangnya, hal tersebut tak bertahan lama. Seolah melampiaskan akumulasi kekesalannya, Jokowi ‘berkhianat’ sekaligus mematahkan semua asumsi konsolidasi tersebut. Telah menjadi rahasia umum bahwa Presiden Jokowi ‘berat sebelah’ ke paslon 02. Hal tersebut didukung manuver politiknya belakangan ini, ditambah hubungan darah dengan Gibran yang membuat publik semakin yakin.

Seperti yang diketahui, Pilpres 2024 nanti kemungkinan besar menyajikan dua putaran. Jika hal ini terjadi, maka menarik untuk ditelisik kemungkinan-kemungkinan pasca putaran pertama. Hal tersebut juga yang membuat wacana konsolidasi Anies-Ganjar muncul belakangan. Apalagi, masing-masing koalisi kerap menunjukkan sinyal akur. Pun, kedua koalisi memberikan komentar positif terkait wacana konsolidasi ini.

Beberapa pihak menilai persatuan kedua koalisi ini sangat mungkin terjadi di putaran kedua dan head to head dengan Prabowo-Gibran. Sebagaimana diketahui, dengan elektabilitas yang ada, Prabowo-Gibran difavoritkan untuk maju dalam putaran kedua (jika ada).

Baca Juga: Soal Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang

Beberapa pihak justeru sebaliknya, pesimis bahwa kedua kubu ini dapat berkoalisi. Dari sisi ideologis, keduanya sudah jelas berbeda. Raasanya sulit membayangkan PKS dan PDIP bergabung dalam satu kubu yang sama.

Namun bagaimana jika kedua koalisi benar-benar bergabung? Mampukah koalisi ini membendung laju Prabowo-Gibran? Jika pun kalah dan memilih jalur oposisi, seperti apa wajah oposisi pemerintahan?

 

PKS-PDIP: Duet Oposisi Terbaik

Potensi konsolidasi 01 dan 03 memang mungkin saja terjadi. Namun, tentu tidak ada garansi kemenangan koalisi tersebut. Mau bagaimanapun, partai pengusung Prabowo-Gibran didominasi partai-partai besar dengan jumlah kader dan simpatisan yang membludak.

Mari berandai-andai, jika ternyata koalisi Anies-Ganjar tercipta dan tetap kalah dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), hal apa yang akan terjadi? Ini bukan tentang perpecahan akar rumput atau drama elit politik, bukan pula tentang potensi-potensi gugatan maupun rangkaian Pilpres lainnya. Ini tentang wajah oposisi dalam perjalanan demokrasi Indonesia kelak.

Anggap saja Pilpres telah usai, Prabowo dinyatakan sebagai pemenang dan KIM melanggengkan kekuasaan mengelola negara. Jika tidak ada yang berubah, maka salah dua yang akan memainkan peran oposisi adalah PDIP dan PKS, dua partai besar yang ikonik.

Diakui atau tidak, PDIP adalah oposisi terbaik. Partai yang identik dengan logo kepala banteng itu selalu agresif ketika menjadi oposisi. Waktu Presiden SBY memimpin, PDIP yang paling lantang mengkritik, salah satunya kala Presiden SBY membuat program kenaikan BBM.

Kritik PDIP bukanlah hujatan semata, sebab penguasa pada saat itu merespon dengan program subsidi bantuan tunai untuk rakyat. PDIP memang lantang, Ketika pendapatnya tidak didengar di DPR, maka mereka akan serentak melakukan walk out.

Tak berhenti sampai di situ, PDIP bahkan aktif mengkritisi kepemimpinan Jokowi, presiden yang diusungnya sendiri. Misalnya, kala Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengkritisi program food estate, Ganjar Pranowo yang memberikan rapor merah terhadap penegakan hukum di era Jokowi, atau Adian Napitupulu yang terang-terangan membeberkan bahwa PDIP menolak permintaan Jokowi memperpanjang masa jabatan presiden.

PDIP bukanlah oposisi asal-asalan, berbeda dengan (misalnya) Partai Demokrat. Saat menjadi oposisi, Demokrat cenderung pasif. Masuknya Prabowo-Sandi ke jajaran kabinet, isu presiden tiga periode, hingga kebijakan-kebijakan lainnya kurang direspon oleh Demokrat. Kritisi terkait isu presiden tiga periode bahkan lebih kencang disuarakan oleh PDIP sendiri, bukan dari oposisi.

Salah satu yang konsisten di jalur oposisi adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sejak akhir masa kepemimpinan SBY, PKS sudah tergolong oposisi. Walau tak begitu keras, PKS tergolong aktif mengawasi kebijakan-kebijakan pemerintah pada masa itu. Bahkan ketika ditinggalkan partner oposisinya (Gerindra) di periode kedua Jokowi, PKS tetap teguh di jalur oposisi. Kedua partai politik ini, disukai atau tidak, memang paling berisik dibandingkan partai lainnya, dan itu bagus untuk demokrasi.

Kita ketahui bersama, demokrasi membutuhkan oposisi. Mengutip JR Tillersen, demokrasi yang baik adalah demokrasi yang diisi oleh dua kekuatan sama kuat, yakni koalisi pemerintah dan koalisi oposisi. Peran oposisi dalam demokrasi sangat krusial dalam konteks check and balances, maka dari itu dibutuhkan oposisi yang kuat, lantang, dan konsisten untuk mengimbangi penguasa.

Sebaliknya, jika koalisi penguasa justeru ‘gemuk’ oleh partai-partai yang kuat, maka rawan terjadi akomodir kepentingan yang tak kunjung usai. Bahkan, bisa memicu perpecahan baru di tubuh pemerintahan.

Dengan asumsi kemenangan diraih oleh Prabowo, maka koalisi pemerintahan akan gemuk dengan partai-partai besar seperti Gerindra, Golkar, PAN, dan lain-lain. Maka dari itu, dibutuhkan koalisi oposisi yang sama kuatnya, dan kehadiran PDIP-PKS mampu menjawab hal itu.

Jika penguasa dibiarkan melanggeng bebas dengan kekuasaan yang dimilikinya tanpa dikontrol oposisi yang bising, maka rawan teradinya abuse of power, rakyat hanya dijadikan tikar tempat penguasa duduk bersila. Sedangkan jika koalisi pemerintahan dan koalisi oposisi sama kuat, maka pemenangnya adalah rakyat. (*)

 

*(Analis Media di Indonesia Indicator, Tinggal di Kota Tangerang Selatan)

Tags: oposisipartai politikPemilupilpres
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki
Headline

Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki

Sabtu, 5 Sep 2026 07:57 WIB
PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Dalam Kondisi Terbaik
Bola & Sport

PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Dalam Kondisi Terbaik

Sabtu, 5 Sep 2026 07:43 WIB
Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama
Headline

Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama

Sabtu, 5 Sep 2026 07:32 WIB
Headline

Belasan Warga Sesak Nafas Akibat Kebakaran Sampah di Tangsel, Sekolah Diliburkan

Jumat, 4 Sep 2026 16:03 WIB
Banten Region

Perlintasan Sebidang Akses Pasar Rangkasbitung Ditutup Permanen

Jumat, 4 Sep 2026 12:39 WIB
Polres Tangsel Selidiki Kasus 340 Ribu Dolar Singapura Palsu
Headline

Polres Tangsel Selidiki Kasus 340 Ribu Dolar Singapura Palsu

Jumat, 4 Sep 2026 07:41 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Tiga Tahun Tak Periksa Kesehatan, Fajar Manfaatkan CKG Pemprov Banten di Kecamatan Curug

Tiga Tahun Tak Periksa Kesehatan, Fajar Manfaatkan CKG Pemprov Banten di Kecamatan Curug

Kamis, 3 Sep 2026 20:21 WIB
Sah, KH Abdul Hakim Mahfudz Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031

Sah, KH Abdul Hakim Mahfudz Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031

Senin, 31 Agu 2026 08:02 WIB
TIDAK LAYAK : Rumah warga Cikawung Girang, RT/RW 002/004, Desa Ujungjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang kondisinya tidak layak huni dan ambruk. (ISTIMEWA)

Ratusan Ribu Warga Banten Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni

Minggu, 30 Agu 2026 13:38 WIB
Kabid Humas Polda Banten, Kombespol Maruli Ahiles Hutapea. (ISTIMEWA)

Ini Daftar Sembilan Pejabat Polda Banten yang Dimutasi, Salah Satunya Dirreskrimsus

Senin, 31 Agu 2026 13:34 WIB
Wisuda Lulusan Bidan Perdana, Institut Asyifa Indonesia Minta Alumni Jangan Gaptek

Wisuda Lulusan Bidan Perdana, Institut Asyifa Indonesia Minta Alumni Jangan Gaptek

Kamis, 3 Sep 2026 16:48 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.