SATELITNEWS, SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, melakukan pemetaan sejumlah lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang berpotensi terjadi bencana,. Terutama, bencana banjir karena curah hujan yang diprediksi masih tinggi di bulan Februari 2024 ini.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Nana Suryana mengatakan, ada beberapa permasalahan yang harus diantisipasi terkait dengan penyelenggaraan Pemilu di Provinsi Banten, terutama terkait dengan kebencanaan yang berpotensi terjadi.
Pihaknya bersama stakeholder terkait , selain melakukan pemetaan, juga membuat perencanaan lokasi cadangan jika pada saat pelaksanaan Pemilu nanti terjadi bencana banjir atau lainnya.
“Itu yang diamanatkan bu Sekda tadi. Makanya kita lakukan kordinasi ini,” kata Nana, seusai melaksanakan Rakor kesiapsiagaan bencana menjelang Pemilu 2024, Jumat (2/2/2024).
“Ada beberapa lokasi TPS yang rawan bencana khususnya banjir. Apalagi prediksi BMKG di bulan Februari ini curah hujan masih tinggi. Makanya koordinasi ini terus kita tingkatkan agar pada saat pelaksanaan nanti tidak ada kendala,” jelasnya.
Dikatakan Nana, dalam Rakor ini pihaknya bersama stakeholder seperti KPU, BPBD Kabupaten dan Kota, TNI, Polri melakukan pemetaan itu.
Baca Juga: Kasus ISPA Capai 4.500, Pemprov Banten Perpanjang PJJ
“Sesuai apa yang diarahkan tadi, kita akan menyiapkan lokasi TPS alternatif di titik-titik yang rawan bencana alam,” tutupnya.
Pj Sekda Banten , Virgojanti mengungkapkan, di musim penghujan seperti ini, BPBD harus berperan aktif tidak hanya dalam penanganan bencana, tapi juga melakukan pemetaan daerah-daerah yang rawan bencana sebagai langkah antisipasi.
“Apalagi sebentar lagi memasuki hari Pemilu. Itu BPBD harus sudah mempunyai pemetaan titik-titik lokasi TPS yang rawan bencana, untuk kemudian dilakukan antisipasi dengan membuat perencanaan cadangan di tempat yang lebih aman,” kata Virgojanti.
Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Banten Nomor 59 tahun 22 tentang, kajian resiko bencana di Provinsi Banten tahun 2022-2026, ada 14 potensi bencana yang kemungkinan terjadi di Provinsi Banten diantaranya banjir, gelombang ekstrim, abrasi, gempa bumi, longsor dan tsunami serta kekeringan.
Virgojanti melanjutkan, penyelenggara Pemilu ini memang sejatinya adalah KPU dan Bawaslu. Namun meskipun dituntut untuk tetap netral, tapi Pemda mempunyai tugas dan kewajiban untuk mensukseskan Pemilu agar berjalan lancar dan baik.
“Bapak Gubernur juga sudah melaksanakan koordinasi bersama Forkopimda dan juga Kepala daerah di delapan Kabupaten/Kota untuk memastikan persiapan yang dilakukan sudah baik, termasuk jika ada potensi gangguan bisa kita antisipasi jauh-jauh hari,” paparnya.
Baca Juga: Pengadaan 500 Ribu Perumahan Di Banten Terkendala Lahan
Secara umum, lanjut Virgojanti, kondisi di Provinsi Banten sudah aman terkendali. Berdasarkan pemetaan dari KPU, memang ada beberapa titik lokasi TPS yang berpotensi banjir dan bencana alam lainnya.
“Apalagi BMKG sudah memberitahukan potensi cuaca ektrim bisa saja terjadi. Itu tentu tidak bisa kita cegah, yang penting bagaimana mitigasinya kita perkuat,” ujarnya.
Terakhir, Virgojanti berpesan kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kondusifitas daerah di tahun politik ini, meskipun berbeda pilihan tapi kesatuan dan persatuan harus tetap dijaga. (luthfi)
























