SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Bencana banjir yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Pandeglang, membuat Pemkab Pandeglang kewalahan. Buktinya, dari ratusan Kepala Keluarga (KK) yang terdampak, Pemkab baru bisa mendistribusikan 60 paket bantuan logistik darurat kebencanaan.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana mengakui, pihaknya kesulitan memberikan bantuan kepada korban banjir. Hal itu terjadi, karena persediaan atau stok bantuan di gudang BPBDPK terbatas.
“Baru sembako, karena di kami hanya ada paket sembako itupun hibah dari Provinsi. Mudah – mudahan, dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain ada. Sembako yang kita berikan, baru 60 paket, karena hanya itu yang kita punya,” kata Nana, Senin (5/2/2024).
Nana mengatakan, untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya sudah mengajukan bantuan tambahan kepada BPBD Pemprov Banten, karena jumlah warga yang terkena dampal banjir cukup banyak.
“Nanti kami akan koordinasi dengan BPBD Provinsi Banten mengenai jumlah sembako yang akan di distribusikan ke masyarakat. Karena memang stok yang kita miliki 8 sangat terbatas,” tambahnya.
Nana juga mengatakan, hasil pendataan sementara, jumlah warga yang terdampak banjir di Kecamatan Patia, Sukaresmi, dan Kecamatan Pagelaran ada sebanyak 614 KK.
Baca Juga: Babinsa Koramil 0101/Pandeglang Monitoring Penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk 965 KPM
Jumlah itu bisa bertambah, karena proses pendataan masih berlangsung dan banjir belum selesai.
“Bukan hanya rumah, tapi akses jalan juga terputus, jalan itu Ciawi arah Idaman di Kampung Citundun Surianen arah Kantor Kecamatan, kemudian di Kampung Patia Desa Patia Kampung Ciberem arah Desa Idaman,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang Sutoto mengatakan, pihaknya mengeluarkan bantuan cepat kepada para korban banjir dari lumbung sosial.
“Dinsos mengirim bantuan logistik ke titik Lumbung Sosial (Lumsos), untuk pemenuhan darurat dibuat dapur umum desa,” tukasnya.
“Bantuan yang kita berikan, sesuai kebutuhan dapur umum desa, untuk jumlahnya masih nunggu kordinasi dengan Camat dan Kades,” sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, hujan lebat dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Sabtu sampai Minggu (3-4/2/2024) menyebabkan 13 desa di tiga kecamatan diterjang banjir. Ketinggian air sejak pagi hingga sore sekira 20 sampai 50 sentimeter.
Baca Juga: SPPG Kolelet Picung Pandeglang Serap Produk UMKM dan Petani Lokal
Informasi yang berhasil didapat, lokasi banjir di Kecamatan Patia melanda Desa Patia, Surianeun, Ciawi, Simpangtiga, Pasirgadung, Idaman, Babakan Keusik, dan Dssa Cimoyan. Di Kecamatan Sukaresmi banjir melanda Desa Sukaresmi, Kubangkampil, dan Desa Pasirhuni. Sedangkan di Kecamatan Pagelaran, banjir melanda Desa Sukarame dan Desa Pagelaran. (mg4)
























