SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Manchester City ke perempatfinal Liga Champions dengan meyakinkan usai melibas Copenhagen di Etihad. Kemenangan itu menegaskan catatan seram The Citizens.
Manchester City melenggang ke babak delapan besar Liga Champions setelah menang 3-1 atas Copenhagen di Etihad, Kamis (7/3/2024) dini hari WIB. Erling Haaland dkk lolos dengan agregat telak 6-2.
Meski merotasi pemain dan menurunkan sejumlah pelapis, Man City membuktikan tetap satu level lebih baik dari lawannya tersebut. Bahkan pelatih Copenhagen Jacob Neestrup meyakini pasukan Pep Guardiola akan mempertahankan gelar juara.
Man City memang layak dijadikan unggulan lagi, setidaknya jika memperhatikan catatan kandang. Mereka sulit dibendung di Etihad Stadium. Dalam 30 pertandingan kandang terakhir di Liga Champions, Man City sudah meraup 28 kemenangan dan cuma dua kali imbang. Kini mereka tengah mengejar catatan Barcelona sebagai tim dengan laju kandang terbaik, kala tak terkalahkan di 38 laga kandang beruntun dari 2013-2020.
Selain itu, tiga gol ke gawang Copenhagen turut memastikan Man City mengukir rekor. Mereka adalah tim pertama di kompetisi besar Eropa yang mencetak tiga gol atau lebih dalam sembilan laga kandang beruntun.
Meski tangga menuju juara ditentukan oleh pertemuan dua leg (kandang-tandang) dan satu laga di tempat netral, tapi catatan ini jadi modal besar Man City untuk mendekati trofi. Ini menghadirkan faktor rasa takut untuk lawan-lawan yang akan bertandang.
Manajer Man City Pep Guardiola merasa kini klub punya aura juara di Liga Champions. The Citizens mulai bisa bersaing dengan klub-klub dengan sejarah besar di kompetisi tersebut. “Kami adalah tim yang percaya bisa melakukannya (juara),” ujarnya dikutip BBC.
“Kami tiba di sini dari Barcelona dan Bayern Munich, yang tuntutannya adalah selalu menggapai trofi. Saya merasa klub, bukan para pemainnya ya, tidak punya keyakinan itu.”
“Para manajer dan hierarki klub biasanya tak mendapatkan waktu. Tapi mereka memberikan kami waktu untuk kalah dari Monaco (2017), dari Liverpool (2018), dari Tottenham (2019).”
“Klub-klub yang punya sejarah besar itu lebih mudah, mulai dari yang terbaik seperti Real Madrid, Barcelona, Liverpool, Bayern Munich, atau Manchester United. Mereka sudah terbiasa,”
“Datang ke sini (Man City), ini bukan soal satu orang dari Catalunya bilang ‘sekarang kami akan menjuarai Liga Champions’. Mereka memberi saya waktu.”
“Sekarang kami adalah sebuah proses yang bisa saja kalah, pastinya, tapi kami bisa bersaing di mana pun karena kami datang dari sebuah pencapaian final, semifinal, final, dan sekarang perempatfinal lagi. Itu berarti konsistensi,” kata Guardiola.
Sementara itu, Copenhagen bukan cuma menerima kekalahan telak dari Manchester City. Sang pelatih Jacob Neestrup juga meyakini pasukan Pep Guardiola bakal juara Liga Champions lagi. Dia tak menampik kalau timnya kalau kelas dari wakil Inggris peraih treble musim lalu tersebut. “Mereka akan memenanginya. Serius,” kata Neestrup dikutip Sky Sports.
“Kami sudah menghadapi tim-tim yang sangat bagus, tapi mereka benar-benar selevel lebih tinggi,” imbuh pelatih 35 tahun tersebut.
Di Liga Champions, Man City sepatutnya diunggulkan. Selain berstatus juara bertahan, mereka hanya sekali kalah di pertemuan dua leg (fase gugur) dalam lima tahun terakhir.
Copenhagen sendiri lolos dari grup sulit berisi Bayern Munich, Galatasaray, dan Manchester United. Mereka jadi runner-up di belakang Bayern yang tak terkalahkan, menggusur Galatasaray ke Liga Europa, dan mendepak Manchester United. (dm)