SATELITNEWS.COM, SERANG – Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA), secara resmi menetapkan awal Ramadan 1445 H pada 12 Maret 2024, sebagaimana maklumat Nomor: B.0405/PBMA/III/2024 tertanggal 8 Maret 2024.
Sedangkan pemerintah, masih menunggu hasil sidang Isbat Kemenag yang baru akan dilaksanakan pada Minggu (10/3/2024).
Menyikapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Muda Mathla’ul Anwar (DPW GEMA MA) Provinsi Banten, Apoteker Irwandi Suherman menyampaikan, seluruh kader Mathla’ul Anwar agar memulai awal Ramadan sesuai maklumat dari PBMA, tanpa merusak silaturahim dan ukhuwah Islamiyah, dengan yang berbeda penetapan awal Ramadannya.
Irwandi menyampaikan, jika ada perbedaan penetapan Ramadan jadikan itu sebagai rahmat dan anugerah, yang Allah SWT berikan kepada kita masyarakat Indonesia sebagai bentuk pendewasaan berukhuwah agar semakin merekatkan.
“Perbedaan itu sunnatullah, pasti selalu ada. InsyaAllah, ini rahmat dan karunia yang indah, agar kebhinekaan Indonesia mendunia menjadi mutiara kebanggaan Indonesia Dimata umat agama lain di dunia,” kata Irwandi, dalam press releasenya, Sabtu (9/3/2024).
Irwandi juga menuturkan, kader Mathla’ul Anwar dipersilahkan menyesuaikan dengan lingkungan tempat tinggalnya, secara fleksibel, jika dominasi penetapan awal ramadannya tidak sama dengan maklumat yang Mathla’ul Anwar keluarkan.
Baca Juga: Soal Penetapan Idulfitri 2026, Ketua DPW Gema MA Banten: Jadikan Perbedaan sebagai Anugerah
“Intinya, perbedaan penetapan 1 Ramadan 1445 H, jangan jadi beban dalam hidup bermasyarakat. Karena, Prinsip Dasar Mathla’ul Anwar adalah Toleransi dalam Khilafiyah dan bersama membangun masyarakat dengan pemerintah,” tutup Irwandi. (mardiana)
























