SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkirakan ada sekitar 3.000 pendatang baru yang akan datang ke kota berjuluk bunga anggrek seusai libur Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Kepala Disdukcapil Kota Tangsel Dedi Budiawan menuturkan, jumlah tersebut mengacu pada data tahun-tahun sebelumnya.
“Dua sampai 3 ribu prediksi pendatang. Hari ini kami akan bersurat kepada camat dan lurah untuk melakukan pendataan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (16/4).
Dedi menerangkan, pendatang baru mengadu nasib memang terjadi setiap tahun. Menurut dia, selain itu terdapat juga warga Tangsel yang membawa sanak saudaranya dari kampung.
“Sudah hukum dari sana setiap lebaran pasti ada yang datang. Yang dibawa sama warga kita sendiri. Kalau pendatang ada saja, umumnya didominasi oleh asisten rumah tangga,” bebernya.
Dedi menerangkan pendatang terbagi ke dalam dua kategori. Yakni penduduk yang menetap dan tidak menetap.
“Pendatang itu harus dibagi dua, kita namakan penduduk non permanen bagi yang tidak menetap di sini, dalam arti ber-KTP Tangsel. Punya KTP Tangsel pun ada dua. Yang pertama memiliki rumah sendiri dan yang kedua mengontrak rumah. Kalau rumah sendiri syaratnya selain pindah dari daerah kota asal, ada juga melampirkan kepemilikan rumah. Tapi kalau ngontrak, cukup melampirkan izin dari pemilik rumah maka akan terbit KKK dan KTP Tangsel,” ungkapnya.
Baca Juga: Pasca Lebaran, Lonjakan Pendatang di Tangsel Tak Signifikan
Lalu, bagi yang datang untuk menetap diharapkan agar mendaftar melalui website yang ada. Hal tersebut guna mempermudah melakukan pendataan sesuai dengan klasifikasinya.
“Bagi yang datang menetap tapi tidak pindah, kita harap juga mendaftar di Website SiPermen (Sistem Pendataan Penduduk non Permanen) disitu dia akan tau, dari kota nya akan tau mereka akan tinggal di Tangsel misal 1-3 tahun kuliah. Kita juga dukcapil tau ada penduduk dari misalnya Medan sedang kuliah disini,” jelasnya. (eko)

















