SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Yadi Wijaya salah seorang pengelola di Tempat Pengelolaan Sampah Reduse-Reuse-Recyle (TPS3R) Bina Mandiri VTI di RW 10, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk ini menjadi teladan dalam kebersihan lingkungan.
Dirinya aktif mengelola sampah dari tahun 2017 sejak awal dibangunnya TPS3R Bina Mandiri oleh Pemerintah Kota Tangerang. Meski awalnya tidak mau mengelola sampah karena memiliki citra yang bau dan kotor, namun seiring berjalannya waktu ia menikmati rutinitasnya itu. “Awalnya tidak mau, tapi setelah mendapatkan pengetahuan tentang sampah, saya dan pengelola lainnya tergerak untuk mengelola sampah disini,”ucapnya, Senin (6/5/2024).
Sejak menjadi Ketua TPS3R Bina Mandiri, sehari-hari ia dan anggota lainnya mulai dari jam 08.00 WIB melakukan aktivitasnya dengan memilah sampah yang bisa diolah dan bisa menjadi pundi-pundi rupiah.”Jam 5 pagi sampah dari rumah ke rumah dari 2 diangkut bentor, dikumpulkan dan ditaro di TPS3R ini. Lalu jam delapan mulai pemilahan sampai jam sebelas. Terus yang residu yang tidak bisa diolah itu dikeluarkan dan diangkut oleh pihak DLH,”ujarnya.
“Setiap harinya total sampah kotor yang terkumpul di lokasi tersebut mencapai 12 kuintal dan 2,5 kuintal,”sambungnya. Kata Yadi, untuk sampah organik setelah dipermentasi itu diolah menggunakan sistem pengomposan melalui media maggot karena sangat efektif untuk mengurai sampah. “Karena pengalaman saya di sini sebelum ada maggot, sampah organik mulai dari mulai penggilingan sampai jadi pupuk kompos itu memakan waktu 3 bulan setengah, tapi setelah ada program pengomposan maggot dari DLH ini sangat efektif karena hanya membutuhkan waktu hanya satu minggu,”ucapnya.
Sementara untuk sampah un-organik, Yadi menyebut dikumpulkan di bank sampah yang tersedia yang kemudian dimanfaatkan oleh ibu-ibu untuk membuat kerajinan tangan. Meski sudah bertahun-tahun menjalani aktivitas mengelola sampah, ia pun mengaku di awal menjalani pekerjaanya itu mengalami kesulitan dalam hal mengelola sampah residu ketika jadwal pengangkutannya telat.
“Tapi sekarang sudah normal, cuma di tiga bulan aja ada kendalanya. Itu juga karena kesadaran masyarakat di sini,”ucapnya. Namun, kendala-kendala yang dialaminya itu tak menjadi penghalang bagi dirinya untuk tetap bisa bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat dalam kebersihan lingkungan. “Saya merasa nyaman mengelola sampah, karena kalo kita sayang sama bumi kita, berarti kita harus mengelola sampah. Itu yang memotivasi saya dalam kegiatan pengolahan sampah ini,”pungkasnya. (mg05)