SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Mencuatnya polemik piutang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang, kepada Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pandeglang, langsung direspons Bupati Irna Narulita.
Ia menginstruksikan kepada Direktur Utama (Dirut) RSUD Berkah Pandeglang, dr. Firmansyah agar segera melakukan pembayaran tunggakan tersebut.
Kata Irna, RSUD Berkah Pandeglang harus bisa segera melakukan pembayaran atas tunggakan tagihan transfusi darah ke UDD PMI Pandeglang, agar pelayanan pasokan darah bagi masyarakat tidak terganggu.
“Harus segera dilakukan pembayaran, ibu (Irna,red) sudah perintahkan agar Dirut RSUD Berkah Pandeglang membayar dan melunasi tagihan utang itu, supaya pelayanan enggak terganggu,” tegas Irna, Senin (13/5/2024).
Sementara, Dirut RSUD Berkah Pandeglang dr. Firmansyah berjanji, pihaknya akan segera melakukan pembayaran tunggakan utang kepada UDD PMI Pandeglang, meskipun dengan cara dicicil, karena alokasi anggaran yang dimiliki cukup terbatas.
“Nah memang yang mau kita bayarkan ini, kita enggak bisa bicara anggaran yang kebelakang. Karena, kita anggarannya di tahun 2024, ya mau enggak mau kita bayarkan di tahun ini. Kecuali, kalau kita mampu bayar dari BLUD itu sendiri sesuai dengan kemampuan anggaran,” ujar Firman.
Firmansyah mengatakan, pihaknya akan terus berupaya melunasi seluruh tagihan utang kepada UDD PMI Pandeglang. Oleh karena itu, dia meminta kepada pihak terkait agar bisa bekerja sama dan memaklumi, apabila pembayaran utang dilakukan dengan cara dicicil.
“Ya kita mau mencicil, dibayarkan sesuai dengan kemampuan anggaran kita juga, makanya tadi di supporting dari ibu Bupati, yang penting kita bisa bayarkan, bisa kita cicilkan,” pungkasnya.
Firmansyah mengatakan, pihaknya sudah menyediakan anggaran sebesar Rp166 juta, untuk pembayaran pertama piutang kepada UDD PMI Pandeglang, dengan menggunakan mekanisme Memorandum of Understanding (MoU), agar tidak menyalahi aturan.
“Kami sudah menyiapkan anggaran di bawah dua ratus juta rupiah, tepatnya sekitar seratus enam puluh enam juta rupiah, namun pembayaran harus menunggu penandatanganan MoU terlebih dahulu,” tuturnya.
“Tetap, saya harus bertanggungjawab, saya tidak melihat siapa masalah beberapa tahun kebelakang, itu sudah tanggungjawab saya sebagai pimpinan untuk mencari solusi apa yang kami lakukan, hal yang lain juga sama,” sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang, memiliki utang alias tunggakan sebesar Rp2 Miliar kepada Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pandeglang.
Buktinya, banyak pasien yang tidak bisa melakukan transfusi darah karena adanya kekosongan akibat biaya tertunggak dari RSUD Berkah Pandeglang ke UDD PMI Pandeglang.
Muis, salah seorang pasien melalui pesan singkat bercerita kepada satelitnews.com, dirinya kesulitan melakukan transfusi darah karena tidak ada kantong darah tersedia. Usut punya usut, ternyata hal itu terjadi karena pihak RSUD Berkah Pandeglang belum membayar tunggakan kepada UDD PMI Pandeglang.
“Awalnya saya butuh darah untuk transfusi 2 kantong atau labu, pas ke PMI pandeglang ternyata darahnya kosong, dikira kosongnya darah di PMI akibat sulitnya pendonor, ternyata akibat tidak ada kantong darahnya. Saya bawa pendonor tetep gak bisa, akhirnya saya beli ke Serang. Saya juga WA (WhatsApp) ke Bupati Pandeglang,” katanya, Minggu (12/5).
Dia mengatakan, belum dilunasinya tunggakan tersebut berdampak besar terhadap persedian kantong darah yang tidak ada dan terkendalanya pasien yang membutuhkan beberapa darah untuk menyambung hidup. Terlebih, masyarakat kewalahan jika harus lintas PMI dikarenakan adanya biaya admin yang cukup besar, yakni Rp490 ribu per antong.
“Memang akan ada pergantian admin berikut dari RSUD Berkah akan tetapi prosesnya cukup lama 3 sampai 4 bulan uang pengganti baru akan diterima oleh pasien. Banyak keluarga pasien yang membawa pendonor akan tetapi tidak bisa melakukan proses donor karna tadi terkendala dengan kantong darah yang kosong di PMI pandeglang,” katanya. (adib)
