SATELITNEWS.COM, LEBAK—Sedikitnya tiga orang saksi dimintai keterangannya oleh Polres Lebak atas kematian dua anggota paskibra yang tewas tenggelam di galian pasir di Kampung Ciseke, Desa Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung.
Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lebak yang menangani peristiwa tersebut tidak menyebutkan nama-nama yang dijadikan saksi untuk memberikan keterangan atas insiden tragis itu. Namun dari tiga orang tersebut termasuk pembina. “Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi, ada tiga orang saksi termasuk pembina Paskibraka,” singkat Kanit PPA Polres Lebak Ipda Sutrino melalui telepon selulernya, Senin (13/5/2024).
Kematian dua orang anggota Paskibra dari SMKN 1 Rangkasbitung Kabupaten Lebak di galian pasir juga mendapat sorotan dari kalangan publik. Bahkan tak sedikit warga yang meminta peristiwa tersebut harus diusut oleh kepolisian. Karena lokasi tenggelamnya pelajar tersebut tidak dalam.
Sukma salah satunya. Warga Lebak ini meminta kepolisian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara agar bisa mengungkap kronologis kejadian tersebut. “Agak kurang yakin kalau menolong orang terpeleset di lokasi bekas galian pasir dengan kedalaman air dipinggir hanya seperti itu langsung tenggelam. Perlu olah TKP atas kasus tenggelam siswa SMKN 1 Rangkasbitung ini,” ujar Sukma.
Diberitakan sebelumnya, dua pelajar dari SMK Negeri 1 Rangkasbitung, ditemukan tewas di lokasi galian pasir di Kampung Ciseke, Desa Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung, Sabtu (11/5). Diduga, kedua siswa yang tengah mengikuti kegiatan paskibra tersebut henda membersihkan badan, lalu terpeleset dan tenggelam hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia. Kedua korban bernama Hafiz (16) dan Yusgio (16). Mereka ditemukan meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh petugas sar gabungan TNI-Polri, BPBD dan dibantu warga. (mulyana)
























