SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang membuka percobaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024 secara online, di 10 SMPN yang tersebar di 10 kecamatan. Uji coba ini untuk mengetahui respon masyarakat dan kendala yang akan dihadapi oleh Disdik nantinya. Sehingga bisa menjadi bahan evaluasi untuk PPDB online 2025 di 40-an SMPN.
Kepala Dindik Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana mengatakan, saat ini Dindik telah memulai PPDB tahun 2024 dari TK, SD, dan SMP. Lanjutnya, untuk PPDB di tingkat SMP ini ada sedikit perbedaan dibandingkan tahun 2023 lalu, karena dilakukan secara online. Meskipun, PPDB tingkat SMP ini baru masa percobaan, karena harus menyesuaikan dengan kultur masyarakat Kabupaten Tangerang yang sangat beragam.
“PPDB telah dimulai dari mulai tingkat TK, SD dan SMP. Alhamdulillah kita sudah berjalan dan di tahun ini kita mulai percobaan PPDB secara online di 10 SMPN di Kabupaten Tangerang,” kata Dadan Gandana kepada Satelit News, Selasa (25/6).
Lanjut Dadan, adapun 10 SMPN yang dilakukan percobaan PPDB online ini, diantaranya SMPN 3 Pagedangan, SMPN 5 Curug, SMPN 4 Cikupa, SMPN 4 Tigaraksa, SMPN 1 Solear, SMPN 13 Teluknaga, SMPN 1 Sukadiri, SMPN 3 Pasar Kemis, SMPN 3 Pakuhaji dan SMPN 1 Kosambi. Menurutnya, dilakukannya percobaan terlebih dahulu, karena untuk mengetahui bagaimana respon masyarakat terhadap PPDB secara online ini.
Pasalnya, kata Dadan, tidak semua masyarakat di Kabupaten Tangerang langsung menerima secara online. Selain itu juga, untuk mengetahui bagaimana sistem aplikasi ini, seberapa kuat bisa menampung pendaftaran PPDB. Karena dikhawatirkan ada hambatan, maka dari itu dilakukan percobaan terlebih dahulu.
“Ya jadi dari ujung utara, barat, tengah, selatan kita coba. Itu untuk mengetahui bagaimana respon Masyarakat,” katanya.
Baca Juga: 200 PKL Jalan Kiasnawi Tangerang Direlokasi Mulai 14 Oktober 2026
Setelah semua dirasa baik-baik saja dan tidak ada kendala, kata Dadan, pada PPDB di tahun 2025 mendatang, kegiatan PPDB secara online akan ditingkatkan atau ditambah jumlah sekolahnya. Minimal, dari 95 SMPN yang ada di Kabupaten Tangerang, 50 persennya sudah melakukan PPDB secara online.
“Nah nanti, rencana kami di tahun 2025 PPDB online akan diperluas, mungkin 50 persen sekolah akan melaksanakan secara PPDB online,” tukasnya.
Menurut Dadan, untuk saat ini di Kabupaten Tangerang belum bisa dilakukan PPDB online secara menyeluruh atau 100 persen, karena wilayah di Kabupaten Tangerang ini cukup luas dan berbeda-beda kondisinya. Lanjutnya, tidak semua perkotaan memiliki jaringan internet yang baik. Bahkan kultur masyarakatnya pun berbeda-beda, tidak semua orang tua murid melek terhadap digital.
“Memang Kabupaten Tangerang ini unik ya, ada wilayah perkotaan atau wilayah pedesaan ada yang memang dekat dengan wilayah-wilayah yang ramai. Ada juga wilayah yang dekat persawahan dan pantai. Orang tua murid juga tidak semua bisa terhadap digital, maka dari itu harus dilakukan secara bertahap,” katanya.
Saat disinggung terkait bagaimana Dinas Pendidikan menyikapi orang tua murid yang Gaptek atau tidak melek digital, sehingga kesulitan untuk melakukan PPDB online. Kata Dadan, pihaknya telah membuat tim reaksi cepat, khusus aduan PPDB. Baik PPDB online ataupun PPDB yang offline.
Dadan juga berharap, dengan adanya PPDB secara online ini, kedepan kegiatan PPDB bisa terlaksana secara transparan dan nyaman. Sehingga, tercipta generasi-generasi emas yang dapat mengharumkan nama daerah dan Bangsa Indonesia.
Baca Juga: Porseda 2026 Ponpes Tarbiyatul Mubtadiin, Tanamkan Cinta Budaya dan Toleransi
“Kita juga sudah membuatnya tim reaksi cepatnya. Jadi, ketika sekolah nanti melaporkan ataupun menerima pengaduan dari masyarakat. Mari sama-sama kita wujudkan PPDB transparan, sehingga kedepannya kita dapat menciptakan generasi-generasi emas,” harapnya. (alfian/aditya)





















