SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Krisi air bersih di Kabupaten Pandeglang, semakin meluas. Hingga saat ini, ada 34 kampung di Kecamatan Sukaresmi, yang mulai terdampak kekeringan.
Diketahui, kampung yang mengalami krisis air bersih itu yakni, di Desa Sukaresmi ada Kampung Leuwigede, Babakan Kembang, Buniayu, Sukasari, dan Kampung Bakung.
Kemudian, di Desa Kubangkampil ada Kampung Kubangkampil, Cinutug, Gobangdua, Simpang, Simpang Masjid, Babakan dan Langkap, Panektek, Bojonggebang dan Mekarmulya, Patanggobang dan Solokanhuni, Sukajaya, Pamatangkanas, dan Kampung Sukasari.
Sedangkan di Desa Perdana, ada Kampung Pasar masjid, Babakan, Kubu, Pasar Keramat, Jayasakti, Karangsari, Sukadana, Ranculuk, Babakan Kaweni, Mesjid Perdana, Curug, dan Kampung Sukaseneng.
Puluhan kampung itu, sudah mengajukan bantuan permohonan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang.
Kepala Bidang (Kabid) Logistik BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Lilis Sulistiyati mengakui, mulai banyak wilayah Pandeglang yang mengalami krisis air bersih.
Baca Juga: DPRD Tangsel Desak Solusi Permanen Atasi Krisis Air di SDN Kademangan 02
Hal itu terjadi, karena dibeberapa lokasi di Pandeglang mulai terjadi kemarau dan tidak turun hujan selama dua bulan lebih.
Akibat hal itu, tambahnya, persediaan atau stok air bersih di lokasi tersebut mulai berkurang dan berdampak terhadap masyarakat. Saat ini, pihaknya sedang melakukan peninjauan dan pemeriksaan, ke lokasi yang mengalami krisis air bersih.
“Sementara ini baru monitoring tim TRC (tim reaksi cepat) ke lokasi, nanti akan saya kirim secepatnya. Kita juga sudah menerima permohonan bantuan air bersih, dan sudah ada beberapa yang disalurkan bantuan,” kata Lilis singkat, Senin (12/8/2024).
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang M. Habibi Arafat, menyarankan agar persoalan kekeringan menjadi perhatian serius Pemkab Pandeglang. Oleh karena, setiap tahun banyak warga yang disulitkan oleh persoalan krisis air bersih akibat kemarau.
“Ini kan persoalan klasik yang selalu terjadi setiap tahunnya. Seharusnya, ada solusi atas persoalan kekeringan dan banjir, karena memang setiap tahun selalu terjadi. Kasihan masyarakat kalau tidak segera diselesaikan persoalan itu,” ungkap Habibi.
Menurut Habibi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan Pemkab untuk mengatasi persoalan krisis air bersih tersebut, diantaranya dengan membangun sumur bor.
Baca Juga: Terdampak Kekeringan Terus Meluas, Pemprov Banten Koordinasi dengan Kementerian PUPR
Oleh karena itu, kepada instansi terkait diharapkan agar bisa segera membuat rencana kerja untuk mengatasi persoalan kekeringan.
“Jadi bukan hanya sumur bor, Pemkab juga bisa membuat kebijakan agar kekeringan ini tidak berdampak terhadap para petani juga, karena jika berkaca pada tahun sebelumnya, kemarau bukan hanya menyebabkan krisis air bersih, tetapi juga berdampak terhadap gagal panen,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, memasuki musim kemarau, beberapa wilayah di Kabupaten Pandeglang mulai mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Wilayah yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih itu yakni Kecamatan Sindangresmi, Sukaresmi, dan Kecamatan Patia.
Ketua Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) Banten Madsira mengatakan, dari laporan yang diterimanya, ada beberapa wilayah di Pandeglang mulai mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Seperti di Kecamatan Sukaresmi dan beberapa desa yang ada di kecamatan tersebut.
“Ada beberapa desa di Kecamatan Sukaresmi yang mulai mengalami kekeringan seperti Desa Perdana, Karyasari, Seuseupan, Pasirkadu, Weru, dan Desa Cikuya sudah mulai kekeringan. Kita juga sudah komunikasikan hal itu dengan instansi terkait sebagai upaya pencegahan,” katanya, Minggu (11/8/2024).
Pria yang akrab disapa Beni ini mengatakan, ada beberapa wilayah di Pandeglang yang kerap kesulitan mendapatkan air bersih ketika masuk musim kemarau. Hal itu terjadi karena lokasi tersebut berada di daerah perbukitan atau jauh dari sumber mata air.
“Setiap tahun atau setiap musim kemarau memang selalu ada wilayah yang kesulitan mendapatkan air bersih. Kita sudah sampaikan beberapa skema atau solusi untuk mengatasi hal itu, mudah-mudahan saja ada tindaklanjutnya sebagai upaya pencegahan,” katanya. (adib)
























