Minggu, 13 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Tiang Listrik di Menes Pandeglang, Saksi Bisu Kelistrikan Era Kolonial Belanda

Oleh Mardiana Tirtalaksana
Selasa, 27 Agu 2024 17:14 WIB
Rubrik Banten Region, Kabupaten Pandeglang
Tiang Listrik di Menes Pandeglang, Saksi Bisu Kelistrikan Era Kolonial Belanda

Pengendara melintas di dekat tiang listrik, yang masih berdiri tegak di sekitaran Alun - alun Menes, Kabupaten Pandeglang. (MARDIANA/SATELITNEWS.COM)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Siapa di antara kita yang pernah mengelilingi Alun-alun Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Kemudian, menemukan di sisi sebelah Timur berdiri sebuah tiang besi unik, tepatnya di depan kantor Telkom Kecamatan Menes. Tiang itu hanya satu-satunya di sana.

Bagian bawahnya, terbuat dari besi yang dibentuk kotak dan di sekrup di beberapa bagiannya mirip sebuah gardu mini. Sedangkan, bagian atasnya mirip dengan menara lainnya. Dibangun dari besi-besi, yang disusun bersilangan dengan bentuk yang mengerucut atau mengecil hingga ke bagian atasnya.

Namun yang paling unik, adalah bagian puncaknya. Karena, ada semacam mahkota yang di bagian tengahnya ada besi kecil lurus yang dirangkai dengan besi – besi kecil mirip simbol petir.

Bentuknya yang unik itulah, yang membuat saya bertanya-tanya tiang apakah itu ?. Sayang sekali, orang-orang di sekitar yang saya tanya, tidak ada yang mengetahui sejarah atau fungsi tiang tersebut.

Nanda, warga setempat yang saya temui mengaku, sudah melihat tiang itu dari sejak ia kecil tanpa tahu fungsinya. Begitu juga dengan Satrio. Maklum keduanya terbilang masih muda, sehingga tidak tahu asal usul tiang tersebut.

Lantaran berada di depan kantor telekomunikasi saya sempat berasumsi, kalau itu mungkin tiang transmisi radio atau telegraf atau telepon zaman dulu. Apalagi, sekitar 10 langkah dari lokasi tersebut ada bangunan eks rumah komisaris polisi serta tangsi, atau barak militer di era kolonial Belanda yang biasanya salah satu aktivitas militernya adalah mengirimkan informasi melalui telegraf atau saluran radio.

Baca Juga: Sidak WP, DPRD Pandeglang Canangkan Revisi Perda Pajak Daerah

Namun asumsi saya itu, tidak berujung pada penemuan bukti catatan atau dokumen. Sehingga, pada akhirnya fungsi tiang tersebut masih menjadi misteri.

Beruntung, tak lama kemudian, titik terang mulai saya temukan ketika menelusuri dokumen, dan menemukan catatan tentang tiang serupa di daerah Yogyakarta dan Pasuruan, Jawa Timur.

BeritaTerbaru

Maulid Ath-Thohariyyah, Bupati Dewi Doakan 8 Orang Hilang di Anak Krakatau

Sabtu, 12 Sep 2026 18:40 WIB

Koramil Cikeusik Dampingi Penyaluran Bantuan Pangan untuk 8.554 KPM

Sabtu, 12 Sep 2026 18:26 WIB

Bupati Pandeglang Jenguk Keluarga ABK yang Hilang Kontak Bersama Lima Jurnalis

Sabtu, 12 Sep 2026 14:19 WIB

Warga Kab Serang yang Tercebur Sumur Berhasil Diselamatkan

Sabtu, 12 Sep 2026 13:52 WIB

Ternyata itu adalah, tiang listrik yang di dua daerah tersebut dinamai dengan Cagak Aniem. Cagak sendiri berarti, tiang atau pasake. Sedangkan Aniem adalah, singkatan dari perusahaan listrik swasta di era kolonial Belanda yaitu Algemeene Nederlandsche Indische Electriciteit Maatschappij (ANIEM).

Dari dokumen itu diketahui, kalau perusahaan swasta Belanda itu berdiri pada 26 April 1909 dan menguasai sekitar 40% penjualan listrik di zaman tersebut.

Pertanyaannya kemudian, apakah tiang listrik yang ada di Alun-alun Timur Menes adalah tiang listrik milik Aniem, atau perusahaan listrik lainnya, karena ternyata di era tersebut tak hanya Aniem yang bermain dalam perdagangan listrik di Indonesia.

Dikutip dari Wikipedia, selain Aniem pada tahun 1920, didirikan Perusahaan Listrik Umum Bandung sekitarnya (Gemeenschappelijk Electrisch Bedrif Bandoeng en Omstreken atau disingkat menjadi GEBEO).

Baca Juga: UPT Puskesmas Bojong Pandeglang Bahas Kesehatan Masyarakat

Perusahaan itu berdiri dengan modal dari pemerintah dan swasta, dan menggunakan aliran air sungai sebagai bahan baku pembuat listrik atau menggunakan sistem pembangkit listrik tenaga air atau PLTA. Perusahaan itu, mula-mula mengelola dua pembangkit, yaitu PLTA Pakar di Bandung dan PLTA Cijedil di Cianjur.

Lantaran makin berkembang, perusahaan tersebut membuat tiga anak usaha lagi berdasarkan area pelayanan kelistrikannya. Ketiga anak perusahaan itu yakni,d Landswaterkrachtbedrijf Bandoeng untuk area Priangan, Landswaterkrachtbedrijf Cirebon untuk area Cirebon dan sekitarnya, kemudian Landswaterkrachtbedrift West Java untuk area Bogor, Sukabumi, Jakarta dan Rangkasbitung.

Perusahaan ini mulai mengoperasikan PLTA Ubrug (2×5.400 kilowatt) pada tahun 1924, dan PLTA Kracak (2×5.500 kilowatt) pada tahun 1929. Dengan saluran transmisi listrik 70 kilovolt, dua PLTA tersebut dihubungkan dengan gardu induk di Bogor.

Dari gardu induk tersebut, listrik lalu dihantarkan dengan menggunakan saluran transmisi 70 kilovolt ke gardu induk di Cawang, Meester Cornelis (kini Jatinegara, Jakarta), Weltevreden (kini Gambir), dan Ancol.

Sedangkan dari PLTA Ubrug, pada tahun 1926, perusahaan ini membangun saluran transmisi listrik 30 kilovolt sepanjang 16 kilometer ke gardu induk, di Lembursitu kini Kecamatan Lembursitu untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sukabumi dan sekitarnya.

Lalu, dari PLTA Kracak yang berada di daerah Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada tahun 1931, dibangun saluran transmisi listrik 30 kilovolt sepanjang 57 kilometer untuk memenuhi kebutuhan listrik di Rangkasbitung dan sekitarnya termasuk di Pandeglang.

Kemungkinan besar, listrik di Kabupaten Pandeglang termasuk Kecamatan Menes kala itu, berasal dari kegiatan kelistrikan di PLTA Kracak Leuwiliang tersebut.

Iin Mulyana, salah satu warga paling tua di Kampung Sawah, yang berada di lingkungan Alun-alun Menes mengaku, tidak ingat kapan mulai ada listrik di daerahnya.

Namun, bagi perempuan kelahiran tahun 1942 silam itu, listrik adalah barang mahal dan biasanya hanya ada di kantor-kantor pemerintahan. Sedangkan di rumah-rumah warga, masih banyak yang menggunakan lampu teplok atau cempor.

Lampu tersebut, berbahan bakar minyak yang ditampung di wadahnya yang dihubungkan dengan sumbu berupa kain yang dinyalakan dengan api. Agar api tersebut tidak tertiup angin, maka ditutup dengan songsong atau penutup dari bahan kaca yang sangat tipis.

Lampu itu, kemudian ditempelkan atau diteplokan ke dinding yang sudah dipasang paku, sehingga dinamai lampu teplok.

“Kalau ke mana-mana pas malem atau subuh, biar tidak gelap saat di jalan, kita pakai oncor atau obor dari bambu soalnya waktu itu belum ada senter. Dan listrik juga belum seperti sekarang, jadi banyak tempat yang masih gelap,” kenang Iin, sambil terkekeh.

Iin berharap, bangunan-bangunan tua di Kecamatan Menes termasuk tiang listrik di Alun-alun Timur Menes, bisa dilindungi dan dipelihara oleh pemerintah bersama-sama dengan masyarakat.

Agar, generasi muda bisa belajar dari sejarah atau bangunan-bangunan tua tersebut. (*)

Tags: Alun - alun Meneskabupaten pandeglangtiang listrik
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Banten Region

Helikopter HR-3604 Perluas Pencarian Rombongan Wartawan di Selat Sunda

Sabtu, 12 Sep 2026 13:04 WIB
Banten Region

Pencarian Jurnalìs yang Hilang Diperluas Melalui Udara dan Laut

Sabtu, 12 Sep 2026 12:34 WIB
Banten Region

Diduga Hirup Gas Beracun Saat Perbaiki Mesin Air, Warga Kab Serang Jatuh ke Sumur

Sabtu, 12 Sep 2026 11:53 WIB
Banten Region

Doa dari Ratusan Masyarakat Carita untuk Keselamatan Rombongan Jurnalis yang Hilang

Sabtu, 12 Sep 2026 09:01 WIB
MELAKUKAN PENCARIAN : Di hari keempat, tim SAR gabungan, melakukan pencarian rombongan wartawan yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda. (ADIB FAHRI/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

Hari Keempat, Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang di GAK Masih Nihil

Jumat, 11 Sep 2026 19:57 WIB
PENDAMPINGAN -- Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten, melakukan pendampingan terhadap keluarga dari Yudhistiro Pranoto, Jurnalis iNews yang hilang di perairan kawasan Gunung Anak Krakatau. (ISTIMEWA)
Banten Region

PMI Banten Dampingi Keluarga Jurnalis yang Hilang di Gunung Anak Krakatau

Jumat, 11 Sep 2026 18:56 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Barcelona vs Feyenoord, Berharap Tren Positif Menular ke Liga Champions

Barcelona vs Feyenoord, Berharap Tren Positif Menular ke Liga Champions

Rabu, 9 Sep 2026 07:33 WIB
Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Tangerang Terapkan PJJ Mulai Hari Ini

Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Tangerang Terapkan PJJ Mulai Hari Ini

Senin, 7 Sep 2026 08:13 WIB
Disnaker Kabupaten Tangerang Matangkan Pembentukan Tim Deteksi Dini Kerawanan Ketenagakerjaan

Disnaker Kabupaten Tangerang Matangkan Pembentukan Tim Deteksi Dini Kerawanan Ketenagakerjaan

Selasa, 8 Sep 2026 08:09 WIB
Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara

Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara

Rabu, 9 Sep 2026 07:42 WIB
Abu Anak Krakatau Tutup Bandara Soekarno-Hatta, 22.798 Penumpang Terdampak

Abu Anak Krakatau Tutup Bandara Soekarno-Hatta, 22.798 Penumpang Terdampak

Minggu, 6 Sep 2026 16:05 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.