SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Elektabilitas pasangan nomor urut tiga Pilkada Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno melesat meninggalkan pasangan nomor urut satu, Ridwan Kamil-Suswono. Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan, elektabilitas Pramono-Rano mencapai 41,6%.
Responden diberi pertanyaan ‘Kalau pemilihan langsung Gubernur Daerah Khusus Jakarta diadakan hari ini, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih di antara pasangan nama berikut?’.
Hasilnya, pasangan Ridwan Kamil-Suswono meraih 37,4%, pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardhana 6,6% dan Pramono Anung-Rano Karno: 41,6%. Sementara yang menjawab tidak tahu/tidak jawab sebesar 14,4%.
“Untuk sementara di Oktober ini, Pram-Rano sudah unggul meskipun keunggulannya belum signifikan karena selisihnya cuma sekitar 4 persen, sementara margin of error 2.9 persen,” kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan pada pertemuan zoom, Rabu (23/10/2024).
Djayadi mengatakan, alasan utama responden memilih Gubernur DKI Jakarta adalah pengalaman di pemerintahan (23,1%), jujur bersih dari korupsi (15,4%), dan sudah ada bukti nyata hasil kerjanya (11,5%).
Meski demikian, Djayadi menambahkan, secara statistik RIDO dan Pram-Rano sama-sama kuat. “Cuma angka absolutnya itu cenderung menunjukkan keungggulan dari Pramono-Rano,” ujarnya.
Baca Juga: Kajian Sistem Pilkada Masuk Istana, DPR Belum Bergerak
Djayadi membandingkan tren simulasi tiga pasangan ini dengan empat survei yakni survei LSI 6-12 September, Poltracking 9-15 September, Charta Politika 19-24 September, dan survei LSI kemarin. Menurutnya, keempat survei itu sama-sama menunjukkan adanya penurunan elektabilitas pasangan nomor urut 1, RK-Suswono.
“Dari empat survei yang dirilis ke publik ini, ada kecenderungan penurunan elektabilitas RK-Suswono, pada saat yang sama ada kecenderungan tren naik dari dukungan, atau elektabilitas dari Pram-Rano dari 28,4% pada September, sekarang menjadi 41,6%. Jadi jarak antara Pram-Rano dan RK-Suswono sekitar 4%,” kata Djayadi.
Dalam temuan detail, para pemilih Anies Baswedan pada pemilihan presiden 2024 mayoritas memilih Pram-Rano pada survei tersebut. “Mayoritas pemilih Anies baswedan mayoritas memilih Pram-Rano dengan angka 42,1% dibandingkan dengan paslon nomor 1 RK-Suswono dengan angka 31,7%. Hal itu juga dipengaruhi oleh banyaknya pendukung Anies yang mendukung Pram-Doel,” ujar Djayadi.
Hasil survei LSI juga menunjukan bahwa Pramono-Rano berhasil menguasai hampir seluruh daerah di DKI Jakarta “Pasangan nomor urut 3 Pram-Rano hanya kalah di Jakarta Selatan. Untuk daerah lain seperti Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Jakarta Utara Pram-Rano berhasil unggul” ungkapnya.
Djayadi mengatakan, pada kondisi elektabilitas sekarang maka potensi pilkada Jakarta untuk dua putaran menjadi besar. “Namun bila tren kenaikan elektabilitas Pramono – Rano terus naik, atau bila Ridwan Kamil – Suswono dapat kembali seperti awal September maka potensi pilkada Jakarta satu putaran tetap tinggi,” ujarnya.
Survei dilakukan pasca debat perdana cagub-cawagub Provinsi Jakarta, tepatnya pada 10-17 Oktober 2024. Populasi survei adalah warga Jakarta yang sudah berusia 17 tahun atau lebih.
Baca Juga: PDI-P Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD
Sampel survei sebanyak 1.200 orang diambil dengan menggunakan metode multistage dengan toleransi kesalahan atau margin of error +- 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei ini menggunakan asumsi simple random sampling. (bbs/san)
