SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel 2024.
Simulasi itu berlangsung di tempat pemungutan suara (TPS) 29 yang berlokasi di Graha Bunga RT 001 RW 08 Kelurahan Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, pada Minggu (3/11/) mulai pukul 07.00 WIB 12.00 WIB.
Ketua KPU Provinsi Banten, Mohamad Ihsan yang hadir dalam simulasi ini menyampaikan bahwa kegiatan ini bagian dalam rangkaian mempersiapkan proses pemungutan suara sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
“Simulasi pemungutan dan perhitungan suara ini adalah yang pertama belajar bagaimana kita mempersiapkan proses pemungutan suara itu dilaksanakan dengan sesuai prosedur dan juga tata caranya. Kita ingin melihat proses pemungutan suara nanti butuh berapa waktu, kita akan mengukur karena ini berbeda dengan proses pemungutan suara ketika pilpres dan pileg,” ujarnya.
Menurutnya, pemilih yang nantinya bakal menerima dua jenis surat suara ini juga guna mengukur keakuratan waktu yang dibutuhkan tiap orangnya. Lalu, kata dia, pihaknya ingin melihat para pihak yang terlibat dalam proses pemungutan suara simulasi tersebut.
“Iya kita belum tau berapa waktu yang dibutuhkan ketika didalam TPS ini mudah-mudahan simulasi ini bisa mengukur berapa satu pemilih itu dapat menggunakan hak pilihnya,” jelasnya.
Baca Juga: Kajian Sistem Pilkada Masuk Istana, DPR Belum Bergerak
Ketua KPU Tangsel, Muhamad Taufik Mizan menuturkan bahwa jumlah daftar pemilih tetap (DPT) berjumlah 418 dengan rincian laki-laki 193 dan perempuan 225 orang.
Sementara, salah satu warga Yusuf (31) mengatakan ini merupakan kali pertama simulasi dilakukan di wilayah tempat tinggalnya. Kata Yusuf, dirinya sangat antusias dan sekaligus memberikan gambaran kepada warga agar nantinya memahami tata cara pada 27 November mendatang.
“Simulasi ini menarik karena baru juga kaya gini, dulu juga belum pernah ada seperti ini jadi kaya ada gambaran buat warga. Jadinya lebih antusias untuk pilkada,” katanya.
“Alhamdulillah tidak ada kesulitan, karena dibantu juga sama petugas, diarahkan, jadi buat saya sendiri tidak ada kesulitan. Tadi saya tidak sampai lima menit dari mulai masuk, apalagi kalau kita siapa yang mau kota pilih jadi lebih cepat,” pungkasnya. (eko)
