SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Tim gabungan yang melakukan pencarian korban tenggelam berinisial AS (23) dan S (29) di Tandon Lengkong Wetan, Kelurahan Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya menemukan salah satu korban. Tim menemukan jenazah sekitar jarak 100 meter dari titik tenggelam.
Dantim Basarnaz Jakarta Boby menyampaikan bahwa hingga pencarian hari kedua baru S yang ditemukan. S ditemukan dalam kondisi mengambang setelah Basarnaz Jakarta melepas tim penyelam.
Pantauan di lokasi, jenazah S berhasil temukan sekitar pukul 13.38 WIB dan langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang. Kata Boby, keduanya terseret arus dari sodetan kali Angke. Pencarian sementara dihentikan lantaran hujan deras turun.
“Untuk pencarian dua korban terseret arus dari kali menuju ke Tandon Lengkong Wetan. Cuaca yang memang sedikit ekstrem sehingga untuk penyelaman untuk sore hari ini kami hentikan. Kami lakukan pemantauan visual dari darat. Kalau memang belum menghasilkan, nanti sampai besok akan kita lakukan penyelaman kembali,” katanya.
“Radius areanya 100-150 meter dari titik terakhir korban dari video. Pencarian kita sudah lakukan penjangkaran sama penyelam aja. Untuk petugas ada 3 orang penyelam. Kurang lebih 65 personel dari Koramil 03 Serpong sama dari Polsek Serpong,” sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, dua orang pekerja proyek tenggelam di Tandon Lengkong Wetan, Kelurahan Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Minggu (10/11/2024). Hingga hari ini, keduanya belum ditemukan oleh petugas gabungan yang melakukan pencarian.
Baca Juga: Kompolnas Desak Buru Dalang Ricuh, Yusril: Jangan Terprovokasi
Danton Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel, Dian Wiryawan menyampaikan bahwa pencarian yang sudah memasuki hari kedua belum membuahkan hasil.
“Proses pencarian sekarang memasuki hari kedua, kami tim sar gabungan mencari korban tenggelam kurang lebih sudah 17 jam. Untuk saat ini kami masih terus berupaya mencari korban,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (11/11).
Dian menyebutkan, pencarian difokuskan radius 10 meter dari titik tenggelamnya korban. Menurutnya, lumpur yang dalam menjadi salah satu faktor tim kesulitan.
“Kami terkendala hanya proses lumpur, kalau semalam itu ada diduga ada pertemuan air atau pusaran air itu yang menyulitkan kami. Kalau sekarang kondisi air sudah mulai menyurut, kurang lebih kedalaman sekitar 3 meter jadi kendalanya hanya lumpur,” jelasnya.
Dian menuturkan bahwa yang bersangkutan merupakan pekerja proyek yang tengah bersantai dengan empat rekannya. Awalnya, kata dia, salah satu korban berinisial AS (23) tenggelam dan sempat ditolong oleh S (29). Namun, nahasnya kedua orang itu tenggelam.
“Kronologi yang kami dapat dari sahabat korban yaitu bahwa mereka disela-sela mengisi waktu liburan sebagai kuli bangunan di pagedangan mereka liburan berenang di kali tembusan tandon lengkong,” ucapnya.
Baca Juga: Korban Kasus Hanania Capai 1.286 Orang, Total Kerugian Rp35,34 Miliar
“Ada salah satu korban AS tenggelam dan temannya yang bernama S yang juga merupakan korban, mandor bangunannya berupaya menyelamatkan korban ternyata gak kuat dan akhirnya ikut tenggelam,” sambungnya.
Kata Dian, tim yang melakukan pencarian berjumlah 55 petugas gabungan dari BPBD Tangsel, Basarnaz, Damkar, Satpol PP, Polisi, dan TNI. (eko)
























