SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Kegiatan Transplantasi Terumbu Karang, terus berkelanjutan. Kali ini, PT. Pelabuhan Indonesia/Pelindo (Persero) Regional 2 Banten, menggandeng Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten, meluncurkan Program Carbon Village melalui Konservasi Terumbu Karang di Pulau Badul, Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.
Manager Keuangan dan SDM, Asep Sudrajat, mewakili Plh General Manager PT Pelindo Regional 2 Banten, mengatakan bahwa peluncuran program tersebut merupakan salah satu komitmen perusahaan terhadap Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).
“PT Pelindo, khususnya Regional 2 Banten, sangat komitmen dalam pelestarian lingkungan, salah satunya yang saat ini kami lakukan bersama dengan masyarakat di Kampung Katapang, Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang ini, yaitu mentransplantasi terumbu karang di Pulau Badul, dengan menggandeng Mitra LAZ Harfa dan pendamping masyarakat dari Forum Pelestari Terumbu Karang (F-PTK) Provinsi Banten,” ujar Asep, usai secara simbolis menyerahkan bantuan sebanyak 350 Rak Jaring Laba-Laba (Web Spider) kepada Koordinator F-PTK Banten, Nurwarta Wiguna, disaksikan Sekretaris Yayasan LAZ Harfa, Mamak Jamaksari, Senin (18/11/2024).
Hadir dalam acara tersebut, perwakilan dari Loka PSPL Serang, Kementerian Kelautan & Perikanan RI, Anhar Muslim, Pj. Camat Sumur, Aang Sumarna, Komandan Pos TNI Angkatan Laut Sumur, Ali Jafar, Babinkamtibmas Polsek Sumur, Erik Firmansyah dan Pj, Kepala Desa Tunggal Jaya, Supriana Suhud, beserta tokoh masyarakat Kampung Katapang.
Ditegaskan Asep, terumbu karang merupakan ekosistem laut yang memiliki banyak manfaat, khususnya sebagai tempat berlindung dan berkembangbiaknya berbagai jenis biota laut.
“Selain transplantasi terumbu karang, diperlukan juga upaya mengedukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat, agar memiliki kepedulian terhadap kelestariannya dengan berupaya menjaga, melindungi dan merawatnya serta mengelola potensi ekonominya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Baca Juga: FPTK Banten dan Tim Gabungan Monitoring Terumbu Karang di Perairan Pulau Badul Pandeglang
Sementara, Sekretaris Yayasan LAZ Harfa Banten, Mamak Jamaksari mengungkapkan, untuk mendapatkan dukungan dari dunia usaha/dunia industri dalam upaya pelestarian terumbu karang, memerlukan perjuangan yang cukup panjang.
“Sejak tahun 2021, kami bersama F-PTK Banten terus berupaya untuk menggandeng pentahelix, khususnya dunia usaha/dunia industri, agar mendukung program konservasi terumbu karang. Banyak yang belum memahami, sehingga perlu waktu untuk membuat mereka tertarik mendukung program ini. Namun, Alhamdulillah, saat ini sudah ada beberapa perusahaan, khususnya BUMN yang tertarik bermitra dengan kami,” tuturnya.
Koordinator F-PTK Banten, Nurwarta Wiguna, mengapresiasi dukungan yang diberikan PT Pelindo dalam upaya pelestarian terumbu karang, khususnya di Pulau Badul.
“Sejak diterjang gelombang tsunami tahun 2018, kondisi terumbu karang di pulau ini harus direhabilitasi/direstorasi kembali. Melalui dukungan PT. Pelindo Regional 2 Banten diharapkan kondisi ekosistem terumbu karang di Pulau Badul ini kembali baik dan terus dijaga dan dirawat oleh masyarakat sekitar,” ungkapnya. (mardiana)
























