SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, telah mengusulkan kuota LPG 3 kilogram untuk tahun 2025 ini, sebanyak 46.340 metrik ton terhadap Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Gas tersebut, dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp19.000.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskoumperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya, kuota LPG 3 kilogram pada tahun 2024 lalu yaitu, sebanyak 42.128 metrik ton.
Adapun sasarannya, meliputi rumah tangga, usaha mikro, nelayan dan sambungan rumah tangga jaringan gas.
“Untuk kuota tahun ini kita usulkan 46.340 metrik ton. Tapi belum keluar, kita masih menunggu surat dari gubernur,” kata Titi, Selasa (4/2/2025).
Namun demikian, kata Titi, meskipun belum ada kejelasan terkait penambahan kuota sesuai yang diusulkan, pihaknya telah mengintruksikan terhadap Hiswana Migas untuk mengisi pangkalan pangkalan yang ada di Kabupaten Serang, termasuk Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU).
“Pengawasan kan kewenangan sekarang sudah diambil Provinsi, tapi kami tidak serta merta diam saja, kemarin saat terjadi kelangkaan kami sudah instruksikan Hiswana Migas,” tuturnya.
Sementara, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang, Zuliyanto, sebelumnya mengaku jika belakang ini banyak masyarakat yang datang langsung terhadap dirinya terkait LPG 3 Kilogram, yang stoknya kosong di warung-warung. Sementara, mereka sangat membutuhkan gas tersebut untuk memasak.
“Banyak masyarakat mengadu langsung ke saya, karena warung – warung dimana mereka biasa membeli gas stoknya kosong. Kasihan masyarakat, kalau hal ini tidak segera diatasi. Apalagi sebentar lagi akan menghadapi bulan puasa,” ujarnya, Senin (3/2/2025).
Menurut pria yang menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS di DPRD Kabupaten Serang ini, pemerintah mungkin mempunyai niat baik agar subsidi energi tepat sasaran. Namun jangan sampai, niat baik ini justru menyusahkan masyarakat banyak.
“Mudah – mudahan, pemerintah merespon dengan cepat keluhan masyarakat ini,” tuturnya. (sidik)