SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Sejumlah warung di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih kesulitan untuk mendapatkan tabung gas elpiji 3 kilogram. Hal ini masih terjadi walaupun pemerintah telah menginstruksikan agar pengecer kembali menjual gas bersubsidi sejak Selasa (4/2).
Iyus (51) pemilik warung di Jalan Saran, RT 003 RW 01 Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong mengaku regulasi itu tidak berjalan di lapangan. Pasalnya, kata dia, dirinya hanya bisa membeli tabung gas di pangkalan dengan syarat membawa satu KTP.
Namun, kata Iyus, setiap kartu tanda penduduk ini hanya bisa membeli satu tabung berwarna hijau tersebut. Jadi, Iyus harus mengumpulkan terlebih dahulu KTP warga yang ingin membeli lalu akan diserahkan ke pangkalan.
“Sehari cuma dikirim lima, itu pun harus melampirkan KTP. Jadi satu KTP satu tabung gas. Tidak bisa nyetok, jadi dikirimnya tergantung pengajuan. Kalau warga mau beli harus pesan dulu dan lampirkan KTP,” ujarnya saat ditemui, Kamis (6/2).
Iyus menuturkan, sebelum ada kebijakan yang membuat kehebohan beberapa hari terakhir, warungnya bisa menyediakan 50 tabung gas untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar.
“Hari Selasa sudah mulai ada. Sejak hari Selasa dikirim lima. Kalau sebelumnya bisa sampai 50 hingga 60. Sekarang cuma dikasih 5, ya nggak kebagian. Harga dari sana Rp19 ribu, dijual Rp21 ribu atau Rp22 ribu,” jelasnya.
Baca Juga: Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat
Hal serupa dikatakan pedagang lainnya Yuli, dirinya yang membuka warung di Jalan Ciater Raya sudah sepuluh hari tidak menjual gas. Itu terjadi dikarenakan pangkalan langganannya sudah tidak mengirim.
“Belum ada sampai sekarang, sudah minta ke pangkalan tidak ada katanya. Sudah 10 Hari aku tidak jual gas, buka warung 24 jam ngga bisa keliling nyarinya,” katanya.
“Iya sudah minta ke pangkalan, kata pangkalannya ngga tau juga. Yang mencari kesini banyak, untuk orang-orang tuh saya tidak terlalu kepikiran, tapi kalau pelanggan-pelanggan yang orang sekitar saya kepikiran, kasian mereka kalau gak dapet gas,” lanjut Yuli.
Biasanya, lanjut dia, dalam kondisi normal ia bisa menerima hingga 20 tabung gas dalam satu kali pengiriman.
Arya, pemilik warung klontong di wilayah Ciater, Kecamatan Ciputat menuturkan bahwa kebijakan yang mendadak dan tidak mendasar hanya bisa menyulitkan masyarakat. Apalagi, kata dia, setelah ramai menjadi perbincangan, aturan akan kembali seperti sebelumnya.
“Ini kan seperti dipermainkan, masyarakat kan yang penting ada selagi harganya masih masuk di akal mah tidak papa. Dari pada kemarin setelah pengecer ngga boleh warga juga yang berdampak susah cari gas. Harusnya dipikirkan lagi,” jelasnya. (eko)
Baca Juga: Pemkot Tangerang Selatan Putuskan Tak Perpanjang PJJ
























