SATELITNEWS.COM, CIPUTAT—Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pengelolaan sampah dan peningkatan pelayanan air bersih akan menjadi fokus utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030. Dua persoalan tersebut dinilai masih memerlukan perbaikan agar dapat memberikan layanan yang lebih optimal kepada masyarakat di periode kepemimpinan.
“Iya RPJMD sebelumnya ada dua yang masih pencapaiannya belum seratus persen. Yang pertama pengelolaan sampah, yang kedua pelayanan air bersih. Selebihnya sudah mencapai hampir seratus persen. Itu yang akan kita teruskan di RPJMD,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Tangsel, Kamis (6/2).
Dalam pengelolaan sampah, kata Benyamin, Pemkot Tangsel terus mendorong penerapan teknologi modern dengan melibatkan pihak ketiga. Salah satu program unggulan yang tengah berjalan adalah Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
“Saat ini, proyek PSEL sudah memasuki tahap akhir. Kami tinggal menunggu penetapan pemenang tender setelah melalui pertimbangan dari berbagai pihak, termasuk BPKP, tim ahli, dan kementerian terkait,” tambahnya.
Sementara itu, untuk sektor air bersih, Pemkot Tangsel menargetkan peningkatan kapasitas pasokan melalui sistem Karian-Serpong. Saat ini, Pemkot tengah menyiapkan pasokan air sebesar 650 liter per detik, ditambah 50 liter per detik hasil kerja sama dengan PDAM dan pihak swasta.
“Kalau air bersih alhamdulillah sudah mulai berjalan. Kita sudah punya BUMD-nya yakni PITS. Mereka sedang melakukan kajian investasi untuk pelayanan yang bisa dilakukan. Karena kita akan mendapatkan 650 liter perdetik dari Karian-Serpong, itu yang sedang kita rintis,” ungkapnya.
Baca Juga: Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Digelar di Islamic Center Tangsel
Benyamin menegaskan kedua permasalahan itu belum dapat diselesaikan lantaran terdapat sejumlah faktor.
“Pertama adalah pengelolaan teknologi dan modal yang cukup besar, dan itu harus mengundang investor dari pihak luar karena modalnya nilai investasinya besar,” katanya.
Selain dua isu prioritas tersebut, Pemkot Tangsel juga berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurut Benyamin, peningkatan kapasitas birokrasi menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan daerah.
“Itu menjadi fokus utama, karena visi yang kami tawarkan dan nanti akan menjadi perda RPJMD itu kualitas unggul membangun tangsel yang unggul. Kita dorong terus pengembangan ekonomi yang berbasis anak muda dengan teknologi dan IT yang dikuasai dan kaum perempuan yang semakin berdaya,” paparnya.
Dalam enam bulan pertama periode 2025-2030, Benyamin juga berencana melakukan rotasi dan mutasi pejabat guna mengisi posisi yang kosong. Beberapa jabatan yang akan mengalami pergantian di antaranya Kepala Dinas Perpustakaan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
“Enam bulan setelah dilantik baru saya boleh melakukan rotasi mutasi. Karena ada 4 paling tidak kepala OPD yang kosong, Dinas Perpustakaan, kemudian Kepala Dukcapil pensiun, BKAD pensiun dan nanti pak Taher Kepala Bapenda pensiun. Kalau tidak salah nanti Ku kadispora nanti akhir tahun. Jadi itu kebutuhan organisasi harus saya lakukan,” pungkasnya. (eko)
Baca Juga: Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat
























