SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pandeglang, mengusulkan Nomor Induk Pegawai (NIP) kepada Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
Usulan itu dilakukan, karena Pemkab Pandeglang telah menyelesaikan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap pertama, dan ada 478 orang dinyatakan lolos seleksi.
Selain P3K, Pemkab Pandeglang juga telah mengusulkan penerbitan NIP untuk 30 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), untuk formasi guru dan kesehatan yang telah dinyatakan lolos seleksi pada tahun 2024 kemarin.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Formasi dan Mutasi BKPSDM Kabupaten Pandeglang Furkon mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan penerbitan NIP bagi calon pegawai baru, baik dari jalur P3K dan untuk Calon PNS.
“Iya kita sudah usulkan terkait penerbitan NIP untuk P3K dan CPNS. Sambil berproses, kita juga mempersiapkan hal lain, karena masih ada tahapan seleksi P3K tahap kedua. Terkait NIP, kita sudah usulkan,” kata Furkon, Rabu (19/2/2025).
Furkon menerangkan, usulan NIP yang disampaikan oleh BKPSDM kepada BKN akan dilakukan pemeriksaan kelengkapan berkas. Apabila ada kekurangan, akan segera dilakukan perbaikan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Terbitkan Kepwal, Bambang Noertjahjo Lanjut Jabat Sekda
“Apabila ada berkas dokumen yang tidak atau kurang lengkap, ada masalah, nanti pihak BKN memeriksanya. Dan pengiriman berkas ke BKN itu dilakukan langsung oleh orangnya, bukan oleh kita. Karena kita hanya memberikan pengantar saja,” tambahnya.
Furkon mengaku, pihaknya sudah memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada peserta yang lolos P3K dan CPNS terkait proses pengiriman berkas melalui sistem online tersebut. Tujuannya, selain memudahkan juga dalam upaya mencegah adanya kesalahan.
“Kita sudah lakukan sosialisasi kepada honorer yang lolos seleksi P3K supaya enggak gagal upload. Ya intinya sih lebih memudahkan bagi para peserta nanti,” ujarnya.
Analis SDM Aparatur BKPSDM Kabupaten Pandeglang Juwita Mutachirriyah mengatakan, secara keseluruhan pihaknya mengusulkan penerbitan 503 NIP, dengan rincian 478 P3K dan 28 CPNS.
“Kalau P3K dan CPNS itu kita usulan NIP untuk formasi kesehatan 37 orang, guru 46 orang, sedangkan formasi teknis 395. Untuk guru dan kesehatan ini dari jalur P3K dan CPNS,” katanya. (adib)
























