SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Sebanyak tujuh orang yang diduga sebagai wanita penghibur diamankan dalam razia warung remang-remang yang digelar aparat gabungan Polsek Cisauk, Kecamatan Setu, dan Koramil Serpong, pada Senin (10/3/2025) malam.
Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya mengungkapkan bahwa operasi ini berlangsung di Kampung Rancasaga, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu tersebut mulai pukul 22.00 WIB hingga dini hari.
“Malam ini kami melakukan sidak ke tempat yang diduga terjadinya prostitusi,” ujar Dhady dalam keterangan yang diterima, Selasa (11/3).
Dhady menjelaskan, pihaknya melakukan menyisir sejumlah warung yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi terselubung. Hasilnya, tujuh orang wanita penghibur diamankan dari lokasi.
“Hasil razia diamankan 7 orang wanita yang sedang menunggu pelanggan dan selanjutnya dikirim ke Dinas Sosial untuk dilakukan pendataan dan pembinaan,” katanya.
Operasi ini bertujuan untuk menjaga ketertiban dan mencegah praktik prostitusi di wilayahnya terlebih pada saat bulan Ramadan. Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman dan kondusif.
Baca Juga: Polres Tangsel Gelar Razia, Tangkap Empat Pelaku Tawuran Hingga Sweeping Gudang Senjata Tajam
Razia semacam ini bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, aparat kepolisian juga telah beberapa kali melakukan operasi serupa untuk menertibkan tempat-tempat yang disinyalir menjadi lokasi prostitusi terselubung.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk turut serta dalam menjaga lingkungan agar terbebas dari praktik-praktik yang melanggar norma sosial dan hukum. Razia ini bentuk komitmen aparat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib di wilayah Tangerang Selatan.
Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Tangsel, Rouf mengaku pihaknya hanya melakukan pendataan terhadap tujuh wanita tersebut. Kata dia, satu diantaranya merupakan warga Tangsel.
“Melakukan pendataan karena penyerahannya tidak pakai SPT dari Pol PP ternyata tidak ada. Biasanya memang kita bina untuk asesmen,” ucapnya.
Menurut Rouf, harusnya jika operasi melibatkan instansi harus dilakukan koordinasi terlebih dahulu. Untuk itu, ia berharap apabila kegiatan serupa dilakukan diinformasikan lebih awal.
“Coba musyawarah dulu kalau mau menggelar itu, nanti kan saya kirim anggota, jangan tiba tiba dikirim ke sini. Kita berharap ada koordinasi agar kita juga ikut langsung, batas kita sampai mana kan gitu,” paparnya.
Baca Juga: Satpol PP Tangsel Razia Tiga Lokasi, Sita Ribuan Botol Miras
“Ini kan menangani orang, kita tidak bisa melihat apa itu, dia juga kan makhluk sosial orang, gabisa kita main sembarangan. Kurang koordinasi, kedepan kalau melibatkan antar instansi, ya koordinasi dulu di awalnya,” sambung Rouf. (eko)
























