Minggu, 17 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Ridwan Kamil Masih Saksi Kasus Mark Up Dana Iklan Bank BJB

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Rabu, 12 Mar 2025 17:15 WIB
Rubrik Nasional
Ridwan Kamil Masih Saksi Kasus Mark Up Dana Iklan Bank BJB

Penampakan rumah Ridwan Kamil di Jalan Gunung Kencana no 5, Ciumbuleuit, Kota Bandung, pada Senin 10 Maret 2025. Pada hari itu KPK melakukan penggeledahan. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), hingga saat ini masih berstatus saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait penempatan dana iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB). Meski, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumahnya beberapa hari lalu.

“Saksi,” ujar Ketua KPK, Setyo Budiyanto, saat ditanya mengenai status hukum RK di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jakarta, Rabu (12/3/2025). Meski demikian, Setyo menegaskan bahwa KPK akan mendalami lebih lanjut keterlibatan RK dalam kasus ini. “Nanti akan didalami apakah ada keterlibatan atau tidak, atau hanya sebatas saksi,” tambahnya.

Terkait pemanggilan RK untuk dimintai keterangan, Setyo menyerahkan keputusan tersebut kepada penyidik. “Itu urusan teknis penyidik, Direktur Penyidik, dan Kasatgas yang akan menentukan sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelasnya.

Pada Senin (10/3), penyidik KPK menggeledah rumah RK di Jalan Gunung Kencana No.5, Ciumbeleuit, Bandung. Dari penggeledahan tersebut, ditemukan sejumlah barang bukti yang diduga terkait dengan kasus ini, termasuk beberapa dokumen. “Beberapa barang dan dokumen telah disita. Saat ini, masih dalam proses kajian dan penelitian oleh penyidik,” kata Setyo.

Meski jumlah barang bukti yang ditemukan tidak banyak, Setyo memastikan bahwa dokumen yang ada memiliki relevansi dengan perkara yang tengah diselidiki. Barang bukti tersebut akan dianalisis lebih lanjut dan dikonfirmasi kepada para saksi dalam pemeriksaan mendatang.

“Diteliti, dilihat, nanti kalau memang tidak ada relevansinya, pasti akan dikembalikan. Tapi kalau ada, pasti akan diikutsertakan dalam penyidikan,” imbuhnya.

BeritaTerbaru

370930

Geruduk DPRD Kabupaten Tangerang, Warga Tolak Kenaikan BBM Non Subsidi

Jumat, 8 Mei 2026 12:59 WIB
jamaah haji indonesia fase kedua tiba

12 Jamaah Haji Indonesia Wafat

Jumat, 8 Mei 2026 12:53 WIB
Cek Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, Temuan Anak Mencuat

Cek Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, Temuan Anak Mencuat

Rabu, 6 Mei 2026 17:34 WIB
Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Rabu, 6 Mei 2026 17:31 WIB

Setyo Budiyanto mengungkapkan bahwa modus dalam dugaan korupsi ini adalah penggelembungan atau mark-up anggaran. “Diduga seperti itu (ada mark-up),” kata Setyo. Ia juga menyebutkan bahwa indikasi kerugian negara cukup besar. “Dari hampir sekian ratus miliar yang dianggarkan, potensi kerugian bisa mencapai sekitar setengahnya,” jelasnya.

Detail lengkap mengenai konstruksi perkara, identitas tersangka, serta jumlah pasti kerugian negara akan disampaikan KPK dalam konferensi pers yang dijadwalkan pada Kamis atau Jumat pekan ini.

Hingga saat ini, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Meski identitas mereka belum diumumkan, beredar informasi bahwa para tersangka berasal dari kalangan petinggi Bank BJB dan agensi iklan yang terlibat.

KPK terus mendalami kasus ini meskipun menghadapi sejumlah hambatan, termasuk minimnya keterbukaan dari pihak-pihak terkait. “Banyak pihak yang menutup-nutupi dengan berbagai alasan,” ungkap Setyo.

Terkait informasi bahwa ada aparat penegak hukum (APH) lain yang turut menangani kasus ini, Setyo menyatakan bahwa KPK akan melakukan koordinasi lebih lanjut. “Kami sudah menerbitkan surat perintah penyidikan. Kalau memang ada APH lain yang menangani kasus ini, tugas Direktur Penyidikan dan Kasatgas adalah melakukan koordinasi,” tegasnya.

Sejumlah informasi menyebut bahwa Polda dan/atau Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar juga tengah mengusut dugaan rasuah di Bank BJB. Keputusan mengenai penanganan perkara ini akan diambil setelah koordinasi dengan pihak-pihak terkait dilakukan.

Menanggapi penyelidikan kasus yang menyeret namanya, RK menyatakan bahwa dirinya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. “Kami selaku warga negara yang baik sangat kooperatif dan sepenuhnya mendukung atau membantu tim KPK secara profesional,” kata RK.

Sementara itu, Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Adies Kadir, menyatakan bahwa partainya tidak memiliki informasi mengenai aktivitas RK selama menjabat sebagai Gubernur Jabar yang berujung pada penggeledahan rumahnya oleh KPK.

“Tapi yang pasti ini adalah masalah pribadi yang bersangkutan. Tidak ada sangkut pautnya dengan Partai Golkar,” kata Adies, kemarin. “Kami akan mencoba berkoordinasi dan menanyakan langsung kepada yang bersangkutan terkait penggeledahan di rumahnya,” imbuh Adies, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR.

RK telah bergabung dengan Partai Golkar sejak Januari 2023. Dia menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar Bidang Kebijakan Politik dan Pemerintahan Dalam Negeri sejak November 2024.

Kasus dugaan korupsi Bank BJB mencuat setelah audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada awal Maret 2024 menemukan kejanggalan dalam penggunaan anggaran promosi bank tersebut. Dugaan mark-up dana iklan Bank BJB yang terjadi pada periode 2021 hingga 2023 diperkirakan mencapai Rp 200 miliar.(rmg/san)

Tags: bjbgubernur jawa baratRidwan Kamil
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen
Bisnis

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang
Bisnis

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus
Bisnis

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB
Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG
Nasional

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB
Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Pasca Insiden Anak Tewas Tersetrum, Dishub Tangsel Perketat Pemeliharaan PJU

Pasca Insiden Anak Tewas Tersetrum, Dishub Tangsel Perketat Pemeliharaan PJU

Selasa, 12 Mei 2026 20:00 WIB
Direktur FBN, Lulu Jamaludin, berfoto bersama dengan para mahasiswa UIN SMHB. (ISTIMEWA)

Sejumlah Mahasiswa UIN SMH Banten Teliti Gerakan Sosial Relawan FBN

Senin, 11 Mei 2026 21:44 WIB
Megawati Balik ke Korea, Gabung Hillstate

Megawati Balik ke Korea, Gabung Hillstate

Selasa, 12 Mei 2026 20:23 WIB
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Serang Azwar Anas. (ISTIMEWA)

DPRD Kabupaten Serang Apresiasi Bupati Zakiyah Tak Gunakan Rumah dan Kendaraan Dinas

Jumat, 15 Mei 2026 16:34 WIB
Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang, Iing Andri Supriadi. (DOKUMEN/SATELITNEWS.COM)

Wabup Iing Dorong Pemerintahan Kecamatan Aktif Gali Potensi

Selasa, 12 Mei 2026 18:35 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.