SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Penjualan tiket kereta api untuk Lebaran Idulfitri 2025/1446 H menembus angka 2,5 juta lembar. Sebanyak 345.017 penumpang diantaranya telah diberangkatkan pada 3 hari pertama periode Angkutan Lebaran 2025 melalui kereta api jarak jauh dan lokal
“Total 2.517.296 tiket sudah terjual,” ujar Vice President Public Relations PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Anne Purba, di Jakarta, Minggu (23/3).
Dari total penjualan tersebut, mayoritas adalah tiket kereta api jarak jauh yang mencapai 2.388.488 lembar — sekitar 69,36% dari kapasitas yang tersedia. Sementara itu, tiket kereta api lokal terjual sebanyak 128.808 lembar atau 11,22% dari kuota yang disediakan.
Sebagai perbandingan, pada periode yang sama di tahun 2024, KAI mencatat penjualan sekitar 2,2 juta tiket dengan tingkat okupansi 60%. Kenaikan ini menunjukkan tren positif di tengah pelonggaran mobilitas dan pemulihan aktivitas pascapandemi.
Untuk periode angkutan Lebaran 2025, yang berlangsung dari 21 Maret hingga 11 April, KAI menyediakan total kapasitas 4.591.510 tempat duduk. Rinciannya, 3.443.832 kursi untuk KA jarak jauh dan 1.147.678 kursi untuk KA lokal.
Tercatat, dari Jumat (21/3/2025) hingga Minggu (23/3/2025) pukul 07.00 WIB, sebanyak 345.017 penumpang telah diberangkatkan menggunakan layanan kereta api jarak jauh dan lokal.
Pada Sabtu (22/3/2025), volume penumpang yang diberangkatkan mencapai 174.461 penumpang. Terdiri dari 146.524 penumpang kereta apa jarak jauh dan 27.937 penumpang kereta api lokal. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, realisasi ini mengalami peningkatan sebesar 42,45 persen.
Hingga Minggu pukul 07.00 WIB, penjualan tiket juga terus menunjukkan tren positif. Total tiket yang telah terjual mencapai 2.621.676 tiket atau sekitar 57,52 persen dari total kapasitas yang disediakan.
Dari jumlah itu, sebanyak 2.468.296 tiket merupakan kereta api jarak jauh dengan tingkat okupansi mencapai 72,10 persen. Sementara, tiket kereta api lokal yang terjual mencapai 153.380 tiket atau setara dengan 13,78 persen dari total kapasitas.
Menurut Anne, pembelian tiket kereta lokal biasanya meningkat menjelang hari keberangkatan karena masyarakat cenderung membeli tiket perjalanan pendek secara mendadak. “Melihat pola ini, kami optimistis penjualan tiket KA lokal akan terus naik, apalagi mendekati puncak arus mudik dan balik,” katanya.
Adapun 10 relasi terpadat berdasarkan data penjualan tiket adalah: (1) Gambir – Yogyakarta: 28.825 penumpang, (2) Gambir – Semarang Tawang Bank Jateng: 24.948 penumpang, (3) Yogyakarta – Gambir: 24.708 penumpang, (4) Semarang Tawang Bank Jateng – Gambir: 21.236 penumpang, (5) Surabaya Pasar Turi – Pasarsenen: 20.047 penumpang.
Kemudian, (6) Pasarsenen – Surabaya Pasar Turi: 19.471 penumpang, (7) Gambir – Cirebon: 19.407 penumpang, (8) Pasarsenen – Kutoarjo: 18.415 penumpang, (9) Pasarsenen – Lempuyangan: 17.857 penumpang, dan (10) Gambir – Purwokerto: 17.398 penumpang.
Sementara itu, Manager Humas Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, mengungkapkan bahwa lonjakan penumpang yang meninggalkan Jabodetabek melalui Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir mulai terlihat.
“Pada Minggu, 23 Maret 2025, KAI menyiapkan 83 perjalanan kereta dengan kapasitas 46.258 tempat duduk. Dari jumlah itu, 38.063 tiket telah terjual, sehingga tingkat okupansi mencapai 82%,” ujar Ixfan di Stasiun Pasar Senen.
Dari Stasiun Gambir, okupansi mencapai 57% dengan 12.030 tiket terjual, sedangkan dari Stasiun Pasar Senen okupansi bahkan tembus 104%—melebihi kapasitas normal karena adanya tambahan kursi berdiri, dengan 26.033 tiket terjual.
Per 23 Maret 2025, pukul 08.30 WIB, total perjalanan KA Jarak Jauh (KAJJ) dari Daop 1 Jakarta sejak 21 Maret hingga 11 April 2025 mencapai 1.858 perjalanan, dengan kapasitas 1.034.928 tempat duduk. Dari jumlah tersebut, 651.971 tiket sudah terjual, dengan tingkat okupansi rata-rata 63%.
Secara rinci, Stasiun Gambir melayani 990 perjalanan KA dengan tingkat okupansi 52%, sementara Stasiun Pasar Senen melayani 868 perjalanan KA dengan tingkat okupansi lebih tinggi, yakni 69%.
Di sisi lain, PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat sekitar 26 ribu pemudik memilih untuk berangkat lebih awal ke kampung halamannya. Hingga Sabtu, 22 Maret 2025, tercatat total sebanyak 25.705 penumpang telah diberangkatkan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung. Sebanyak 13.838 penumpang berangkat di hari pertama, dan 11.867 penumpang berangkat di hari kedua. (rmg/san)
Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.