SATELITNEWS.COM, SERANG – Pihak DKM masjid Agung Ats-Tsauroh, Kota Serang mengaku sudah mengeluarkan uang kas masjid sebesar Rp20 juta untuk menangani konflik yang terjadi pada pelaksanaan bazar Ramadhan 2025 kemarin. Hal itu dilakukan agar pelaksanaan kegiatan tahunan itu berjalan dengan baik dan lancar.
Ketua DKM Masjid Ats Tsauroh Mochtar Karim Wenno mengatakan, sudah beberapa kali membantu mengeluarkan sejumlah uang kas masjid agung untuk lancarnya pelaksanaan bazar ramadan di pelataran.
“Terakhir kami keluarkan Kas DKM sebesar Rp10 juta dari total keseluruhan lebih dari Rp20 juta,” katanya.
Selebihnya, kata Mochtar, silahkan pihak EO meminta pertanggung jawaban kepada Ketua pelaksana Bazar. Apalagi, Mochtar juga mengalami hal yang sama dengan pihak EO yang merasa cape terus meminta pertanggungjawaban.
“Jika tidak bisa, dipersilahkan pihak manapun untuk membawa permasalahan ini ke jalur hukum. Bukannya untung, DKM malah membantu mengeluarkan uang kas,” ujar mochtar
Mochtar mengaku karena permasalahan ini, Ketua Pelaksana Bazar Ramadan SYF yang juga selaku jajaran DKM Ats Tsauroh beserta bendahara Bazar Ramadan yang juga selaku Bendahara DKM memundurkan diri dari kepengurusan DKM pada 18 Februari 2025.
Baca Juga: Pemkab Serang Usulkan 26 Titik Program Bang Andra
“Dan di ACC Ketua DKM pada 18 Maret 2025. Namun ketua pelaksana dan bendahara tidak memundurkan diri sebagai kepanitiaan Bazar Ramadan,” pungkasnya.
Mochtar juga mengaku awal konflik ini terjadi dikarenakan terdapat ketidak jujuran atas hitungan sewa Tenant yang masuk dari Panitia Pelaksana Bazar Ramadan.
Laporan Panitia Bazar sebanyak 81 Tenant yang masuk, namun karena terdapat kejanggalan pihak DKM melakukan penghitungan ulang secara manual dengan cara investigasi lapangan.
“Hasil investigasi lapangan oleh 5 orang jajaran DKM Total tenant bazar yang masuk bukan 81, melainkan 99 tenant, dan ada beberapa tenant berukuran kecil,” jelasnya
Ditambahkan Mochtar, Selama lima kali pertemuan antar DKM dan Jajaran Panita Bazar Ramadan untuk membahas permasalahan ini, pihak DKM selalu meminta laporan keuangan dan RAB Kegiatan Bazar, namun itu tidak pernah diserahkan oleh Ketua Panitia Bazar maupun bendahara Bazar.
“Dari awal bazar ramadan berjalan selalu kita minta laporan keuangan dan RAB-nya. baru sekarang kami menerima laporan keuangannya. Bayangkan hampir 2 bulan tidak pernah diserahkan laporan berjalan rincian keuangan,” ujar Mochtar
Baca Juga: Wisatawan Asal Jaksel Ditemukan Meninggal Dunia di Dermaga Cinangka Serang
Ditambahkan Mochtar, saat ini pihak DKM sudah tidak bisa membantu penyelesaian masalah kekurangan pembayaran ke pihak EO dikarenakan pihak DKM telah beberapa kali mengeluarkan dana Kas DKM untuk menutupi operasional Bazar Ramadan di lapangan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Bazar Ramadan SYF (48) mengatakan bahwa dirinya beserta bendahara telah memundurkan diri dari jajaran DKM Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang, namun tidak memundurkan diri dari Kepanitiaan Bazar Ramadan 1446 H sampai Bazar Ramadan selesai hingga akhir ramadan.
“Saya bekerja atas perintah dan arahan ketua DKM berdasarkan surat tugas sebagai Ketua Pelaksana Bazar Ramadan. Apapun yang saya lakukan dan saya deal-kan saya selalu informasikan ke ketua DKM,” ujar SYF
Menurut SYF, pihaknya mengelolah 93 tenant, dimana 81 tenant membayar Rp1,5 juta dan 12 tenant berdiri secara gratis kepada rekan dan sponsor,” ujarnya
“Jadi kalau Ketua DKM berargumen tidak tahu atas kegiatan Bazar Ramadan itu tidak benar,” terangnya
Sedangkan terhadap laporan keuangan lanjutnya, hanya tercatat sampai tanggal 17 Maret 2025 dikarenakan dirinya dan bendahara telah memundurkan diri dari jajaran DKM Masjid Ats Tsauroh sejak 18 Februari 2025 dan di ACC oleh Ketua DKM pemunduran dirinya tanggal 18 Maret 2025.
“Laporan keuangan yang saya sampaikan itu adalah benar atas laporan keuangan dari bendahara. Kenapa Laporan Keuangannya kami buat hingga 17 Maret 2025, karena bendahara sudah memundurkan diri terhitung sejak tanggal 18 Maret 2025,” katanya. (luthfi)





















