SATELITNEWS.COM, JAKARTA– Myanmar, Thailand hingga Kamboja tegas menjadi negara yang dilarang oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding untuk dijadikan lokasi atau tujuan bagi pekerja migran Indonesia.
Bukan tanpa alasan, Menteri Karding menyatakan bahwa di negara-negara tersebut WNI rawan terkena dan jadi korban kejahatan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Saya kalau selalu bilang, sebaiknya untuk Myanmar, Kamboja, Thailand itu jangan ada yang berangkat kalau untuk bekerja. Karena pasti kecenderungan kena TPPO,” kata Karding kepada wartawan, dikutip Kamis (3/4/2025).
Selain itu, Menteri Karding pun mengungkapkan bahwa hingga saat ini Indonesia belum memiliki kesepakatan penempatan pekerja imigran dengan ketiga negara tersebut.
Itu sebabnya, Karding melarang WNI untuk bekerja di tiga negara tersebut, terlebih jika berangkat secara ilegal dan hanya tergiur dengan iming-iming gaji tinggi.
“Kita sebenarnya negara belum punya kesepakatan penempatan dengan beberapa negara itu. Jadi, sementara kalau saya boleh melarang, saya larang,” tegas Karding.
Sebelumnya, sebanyak 84 Warga Negara Indonesia (WNI) Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar dipulangkan oleh Pemerintah Indonesia melalui perbatasan Thailand.
Di Myanmar mereka dipekerjakan secara paksa untuk melakukan penipuan secara dalam jaringan (daring) atau online scamming. Oleh TNI yang terlibat dalam pemulangan itu, mereka dibawa kembali ke Indonesia lewat Bandara Don Mueang, Bangkok.
Berdasar keterangan resmi dari Pusat Penerangan (Puspen) TNI pada Selasa (4/3/2025), Atase Pertahanan Indonesia di Bangkok Kolonel Cke Faisal R. Hutagalung menyampaikan bahwa tim pemulangan puluhan WNI itu terlibat aktif dalam menjalin komunikasi dan koordinasi dengan militer Thailand yang bertugas di Mae Sot, perbatasan Thailand dengan Myanmar Myanmar.
Tidak hanya itu, Kolonel Faisal menyebutkan bahwa pendampingan terhadap para WNI dilakukan secara intens. Sejak mereka dibawa dari Myawaddy di Myanmar sampai mendarat di Jakarta. Puspen TNI mengungkapkan bahwa 84 WNI itu terdiri atas orang laki-laki dan 15 perempuan.
Mereka dibawa ke Indonesia setelah diseberangkan melalui perbatasan Myanmar-Thailand. Kemudian direpatriasi ke Jakarta lewat Bandara Don Mueang Bangkok. Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri selaku leading sector pemulangan WNI tersebut bahu-membahu dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok untuk menjamin pemulangan itu terlaksana dengan baik. (jpg)