SATELITNEWS.COM, JAKARTA—PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat bahwa arus balik Lebaran 2025 masih terus berlangsung meskipun puncaknya telah terlewati. Baru sekitar 67,84% pemudik yang kembali ke Jakarta.
Tercatat, hingga 6 April 2025 baru sekitar 514.823 penumpang atau 67,86 persen yang kembali ke Jakarta menggunakan layanan kereta api. Jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan total sekitar 758.791 pemudik yang sebelumnya meninggalkan Jakarta melalui berbagai stasiun di wilayah Daerah Operasi 1 (Daop 1).
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa kondisi ini tak lepas dari kebijakan work from anywhere (WFA) yang diberlakukan pemerintah hingga 8 April 2025. “Kebijakan ini memungkinkan masyarakat untuk kembali ke Jakarta secara bertahap dan tidak terburu-buru, sehingga kepadatan arus balik dapat terkelola dengan lebih baik,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (7/4/2025).
Tren peningkatan penumpang yang kembali ke Jakarta mulai terlihat sejak 2 April 2025, dengan jumlah kedatangan mencapai 41.727 penumpang. Angka tersebut terus naik menjadi 49.499 penumpang pada 3 April, lalu meningkat lagi menjadi 52.564 penumpang pada 4 April.
Puncak arus balik terjadi pada 5 dan 6 April, dengan masing-masing 52.651 dan 52.699 penumpang yang tiba di Jakarta. “Berdasarkan angka penjualan tiket sementara hingga pagi ini, diperkirakan masih akan ada 51.452 penumpang yang datang ke Jakarta pada 7 April 2025. Hal ini menjadikan volume kedatangan tetap tinggi meski puncak arus balik yang diprediksi telah lewat,” ucap Anne.
Meskipun jumlah penumpang yang telah kembali ke Jakarta belum sebanding dengan jumlah yang sebelumnya meninggalkan kota ini, KAI mencatat bahwa pergerakan penumpang selama arus balik tahun ini berlangsung lebih merata. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang menunjukkan lonjakan pada satu atau dua hari tertentu, penyebaran kedatangan lebih tersebar.
“Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, arus balik 2025 jauh lebih terkendali. Tidak ada lonjakan penumpang yang signifikan dalam satu hari, karena kedatangan tersebar secara merata selama beberapa hari,” jelas Anne.
Secara keseluruhan, KAI Daop 1 Jakarta mencatat 51.452 penumpang tiba di stasiun wilayah Daop 1 Jakarta pada tanggal 7 April 2025 dengan perincian 16.839 penumpang tiba di Stasiun Gambir dan 19.581 penumpang tiba di Stasiun Pasar Senen. Sebanyak 15.232 penumpang tiba di stasiun lainnya di wilayah Daop 1 Jakarta seperti Stasiun Bekasi, Jatinegara, Cikampek, Karawang, dan Cikarang.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko memprediksi jumlah pemilir akan terus kembali ke Jakarta hingga akhir masa angkutan Lebaran pada hari Jumat (11/4).
Sementara itu, mobilitas masyarakat ke luar Jakarta juga tetap tinggi. Pada 6 April 2025, tercatat sebanyak 38.109 penumpang berangkat dari Jakarta menggunakan kereta api. Ini menunjukkan bahwa aktivitas perjalanan antarkota masih berlangsung meski masa libur Lebaran mulai berakhir.
Sepanjang masa Angkutan Lebaran 21 Maret hingga 6 April 2025 pukul 24.00 WIB, KAI telah menjual sebanyak 4.342.698 tiket, yang mencakup sekitar 95 persen dari total kapasitas tempat duduk yang tersedia. Total, KAI telah melayani 3.634.782 penumpang sepanjang periode tersebut.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.662.456 tiket merupakan untuk layanan Kereta Api Jarak Jauh dengan tingkat okupansi mencapai 106 persen. Sedangkan 680.242 tiket lainnya adalah untuk layanan Kereta Api Lokal dengan tingkat okupansi 59 persen.
Sementara itu, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) juga mencatat lonjakan penumpang yang signifikan selama arus balik Lebaran, terutama pada Minggu, 6 April 2025. Pada hari itu saja, sebanyak 23.500 penumpang tercatat menggunakan layanan kereta cepat Whoosh, menjadikannya hari dengan jumlah penumpang tertinggi selama masa liburan ini.
“Total penumpang selama libur Lebaran mencapai 292.000 orang, meningkat dari rata-rata harian normal 16.000–18.000 penumpang,” ujar General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa. (rmg/san)