SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menghadiri acara panen padi sebanyak 210.000 ton di lahan seluas 14 hektare yang berada di wilayah Kecamatan Mauk, Senin (7/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gelar Panen Serentak Bersama Presiden RI Prabowo Subianto di 14 provinsi se Indonesia secara zoom.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, bahwa Kabupaten Tangerang sendiri memiliki wilayah persawahan atau lahan padi seluas 36.000 hektare, dengan produksi padi sebanyak 313.000 ton setiap tahunnya. Namun, kali ini dalam acara panen raya bersama Presiden Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan panen raya di wilayah Kecamatan Mauk, yang memiliki sawah kurang lebih sekitar 14 hektare.
“Diperkirakan hasil panen padi di lahan seluas 14 hektare ini sekitar 210.000 ton gabah atau padi. Alhamdulillah, atas hasil panen yang tercapai ini,” kata Maesyal Rasyid kepada Satelit News, Senin (7/4).
Lanjut pria yang akrab disapa Rudi Maesyal ini, bahwa Pemkab Tangerang telah berupaya untuk meningkatkan produktifitas pertanian diwilayahnya, sehingga target panen sebesar 7 ton per hektare telah tercapai.
“Kedepan, kami akan lebih meningkatkan lagi capaian target panen, agar setiap satu hektare lahan sawah dapat memanen padi atau gabah sebanyak 8 ton,” tukasnya.
Untuk mencapai target peningkatan hasil panen, Rudi Maesyal menambahkan, pihaknya mendorong penggunaan pupuk organik yang lebih tepat waktu dan tepat sasaran. Bahkan, Pemkab Tangerang juga terus berkomunikasi dengan kelompok tani untuk memudahkan pendistribusian pupuk untuk para petani, dengan harga terjangkau dan tepat waktu.
Baca Juga: 3 Pelajar Ditangkap Buntut Kematian 2 Remaja di Alam Sutera
“Untuk meningkatkan hasil panen, kami juga terus berkomunikasi dengan para petani, agar pendistribusian pupuk dapat tersalurkan dengan mudah dan tepat waktu, sehingga hasil panen bisa maksimal,” tukasnya.
Kata Rudi Maesyal, harga pupuk di Kabupaten Tangerang saat ini terbilang cukup terjangkau. Karena harganya di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Menurutnya, keberhasilan dalam pendistribusian pupuk yang murah dan tepat waktu. Tentunya, tidak lepas dari peran dan dukungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang sangat serius dalam meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia, dengan cara memudahkan akses pupuk bagi petani.
“Saat ini, harga pupuk hanya Rp2.700 per kilogram, yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga eceran tertinggi. Tentu, ini berkat dukungan dan peran dari Presiden Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” tukasnya.
Selain harga pupuk mengalami penurunan harga, kata Rudi Maesyal, di sisi lain harga gabah ini mengalami kenaikan. Tentunya, hal itu sangat baik bagi para petani di Indonesia, khususnya Kabupaten Tangerang karena dapat memberikan semngat baru bagi petani untuk meningkatkan hasil taninya.
“Harga gabah yang kini mencapai Rp6.500 per kilogram, tentu akan memberikan semangat baru bagi petani untuk terus meningkatkan hasil pertanian mereka. Maka, dengan adanya dukungan ini, kami berharap para petani di Kabupaten Tangerang semakin sejahtera,” harapnya.
Ditempat yang sama, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menambahkan, dengan tercapainya target panen di Kabupaten Tangerang yaitu 7 ton dalam satu hektare, dan naiknya harga gabah serta turunnya harga pupuk, dia berharap para petani di Kabupaten Tangerang akan lebih sejahtera dan ketersediaan beras akan semakin melimpah.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Dorong UMKM Segera Urus Sertifikasi Halal
“Alhamdulillah, semoga stok beras kita semakin melimpah dan para petani semakin sejahtera,” tambahnya. (alfian/aditya)





















