SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Tiga bocah laki-laki di Kota Tangerang Selatan diduga menjadi korban pencabulan oleh seorang pria berinisial AA (34). Terduga pelaku yang sudah ditangkap polisi itu bekerja sebagai pengajar hadroh di wilayah Serua, Kecamatan Ciputat Timur.
Salah satu warga sekitar, Iwan Setiawan (48) menyampaikan bahwa kasus tersebut pertama ia ketahui dari anaknya. Kata dia, sang anak sempat mendengar obrolan temannya yang mengikuti latihan hadroh mendapatkan tindakan pelecehan seksual.
“Awal mula kecurigaannya itu dari anak saya. Dia cerita bahwa ada temannya yang latihan hadroh digerayang-gerayangi. Akhirnya saya menindaklanjuti,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (14/4).
Selanjutnya, Iwan yang telah mempunyai informasi awal pun langsung menelusuri kebenarannya. Ia akhirnya menemui korban dan menanyakan kebenaran fakta yang diungkapkan. Salah satu anak pun memberitahukan siapa lagi yang mendapatkan hal serupa.
“Ditanya ke anaknya sudah berapa kali, katanya sudah tiga kali. Bahkan katanya sampai keluar cairan. Lalu saya tanya siapa lagi korbannya? katanya ada lagi satu lagi temannya. Begitu dipanggil, karena emang ngaji, akhirnya saya interogasi lagi. Begitu saya interogasi lagi, yau dah tuh anak itu juga ngaku lagi, berapa kali? Ya sepuluh kali,” paparnya.
Akhirnya, Iwan pun dengan sejumlah warga menyusun rencana untuk menemui terduga pelaku. Alangkah terkejutnya warga, ketika AA dengan tenang ia mengakui perbuatan bejadnya tersebut.
Baca Juga: Provider Membandel, Kabel Udara di Ciputat Timur Ditertibkan
“Begitu pas dia pulang, saya ajaklah ke rumah saya buat diinterogasi. Begitu saya interogasi saya tanya ini menurut pengakuan dari para anak-anak yang abang ajarin Hadroh ini ada pelecehan seksual apa benar? Dia langsung jawab iya benar, langsung ngaku,” jelasnya.
AA mengaku telah melakukan pencabulan kepada tiga anak. Selain ketiga anak tersebut, anak-anak lain juga mendapatkan bentuk pelecehan lainnya. Selanjutnya, kata Iwan, AA pun langsung dilaporkan ke kantor polisi.
“Yang di sini itu katanya cuma tiga orang yang sampai dimasukin. Yang lainnya katanya digerayang-gerayangin, digesek-gesek doang. Dia enggak nyebutin, tapi katanya ada beberapa. Karena dia sudah mengaku, akhirnya saya minta kawan untuk hubungi Polisi,” katanya.
Iwan mengaku tak menduga AA melakukan perbuatan pidana tersebut. Sebab, kata dia, tidak ada yang aneh dengan perilaku keseharian AA yang tinggal di sekitar lokasi sejak tiga bulan lalu. Dalam menjalankan aksi bejatnya ia lakukan di rumah kontrakannya.
“Warga tahunya dia ngajar hadroh. Infonya dia guru ngaji juga. Ngajar ngaji ke anak-anak. Tapi yang jelas, di sini ada di masjid. Bulan puasa kemarin dia aktif. Terus di musholah sini juga aktif sampai satu bulan, Musholah Al Hidayah. Jadi imam malah,” ungkapnya.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq membenarkan peristiwa tersebut. Terduga pelaku sudah ditangkap setelah adanya laporan pada, Minggu (13/4/2025) malam.
Baca Juga: Pria Bersenpi di Tangsel Ternyata ODGJ Main Perang-perangan
“Hal ini berkat laporan masyarakat melalui layanan hotline Polsek Ciputat Timur. Piket fungsi langsung mendatangi TKP untuk mengamankan diduga pelaku kekerasan seksual terhadap anak,” sebut Bambang.
Bambang menjelaskan, ketiga korban yakni berinisial R (7) mengalami tindakan sodomi sebanyak lima kali, H (7) mengalami tindakan sodomi sebanyak empat kali, dan R (9) mendapati hal serupa sebanyak dua kali. Polisi menduga, motif dari perbuatan AA adalah penyimpangan seksual.
AA juga diketahui merupakan karyawan swasta yang memiliki alamat asal Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Kasus tersebut pun dalam penanganan Unit PPA Polres Tangerang Selatan.
“Pelaku dalam penanganan Polres Tangsel,” pungkas Bambang. (eko)

















