SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Untuk memperkuat ketahanan pangan, khususnya di sektor hortikultura buah semangka, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyalurkan berbagai bantuan sarana pertanian kepada kelompok tani di Kecamatan Mauk dan Kemiri, Selasa (15/4). Bantuan yang disalurkan meliputi benih semangka, pupuk, serta alat mesin pertanian seperti kultivator, yang ditujukan untuk mendukung budidaya semangka dan berbagai jenis sayuran.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab dalam mengembangkan sektor hortikultura, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Ini merupakan langkah konkret dalam peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. Pemerintah daerah harus hadir dalam memperkuat ketahanan pangan,” ujar Maesyal Rasyid kepada Satelit News.
Adapun bantuan yang disalurkan terdiri dari benih semangka kualitas A, pupuk kimia jenis NPK dan urea, pupuk organik, mulsa plastik, pompa air, hingga mesin kultivator. Untuk unit kultivator, masing-masing kelompok tani di Kecamatan Mauk dan Kemiri mendapatkan satu unit. Sementara bantuan lainnya disalurkan secara merata.
Menurut Maesyal Rasyid yang akrab disapa Rudi Maesyal budidaya semangka memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Dari satu hektare lahan semangka, petani dapat memanen sekitar 6.000 buah dalam waktu sekitar 2,5 bulan. Dengan rata-rata berat semangka 7 kg dan harga pasar Rp4.000/kg, potensi pendapatan bisa mencapai Rp168 juta per panen.
“Laba bersih yang diperoleh petani bisa mencapai sekitar Rp120 juta. Angka yang sangat fantastis jika dikelola dengan serius,” jelasnya.
Baca Juga: BKSAP DPR Minta Kabupaten Tangerang Seimbangkan Investasi dan Pelestarian Lingkungan
Ia juga menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang terus menekankan pentingnya memperkuat sektor pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertanian.
“Pemerintah tidak hanya memberikan bantuan fisik, tapi juga mendorong perubahan pola pikir. Petani harus siap beradaptasi dengan teknologi, sistem tanam yang efisien, dan semangat kerja yang tinggi. Insya Allah, hasilnya akan berlipat ganda,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pemkab Tangerang juga akan menggandeng berbagai pihak untuk memanfaatkan lahan tidur agar dapat diubah menjadi lahan produktif yang menguntungkan bagi petani.
“Kami ingin lahan-lahan tidur bisa dioptimalkan dan sekaligus menjadi sarana edukasi untuk pertanian modern,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika, menambahkan bahwa program budidaya semangka ini mencakup lahan seluas 10 hektare di empat kecamatan: Mauk 5 hektare, Kemiri 3 hektare, Kronjo 1 hektare, dan Teluknaga 1 hektare.
“Bantuan ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan. Tanpa dukungan dari pemerintah, program pangan tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.
Baca Juga: Kementerian LH Layangkan Gugatan Perdata Rp 27 Miliar Kasus Cisadane
Asep menjelaskan bahwa seluruh kelompok tani di empat kecamatan tersebut mendapatkan bantuan, meski untuk mesin kultivator hanya diberikan satu unit per kecamatan.
“Pupuk dan benih diberikan ke semua kelompok tani. Tapi kultivator hanya satu unit untuk tiap kecamatan,” ujarnya.
Ia berharap, program ini dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Jika lahan 10 hektare berhasil dipanen maksimal, potensi perputaran ekonomi dari sektor semangka saja bisa mencapai Rp1,68 miliar per panen.
“Kami ingin para petani bisa terus melanjutkan usaha tani secara mandiri. Program ini harus terus bergulir dan berkembang. Semoga ke depan bisa menjangkau wilayah lebih luas dan berdampak besar bagi kesejahteraan petani,” ucap Asep.
Di lokasi yang sama, salah satu petani dari Kampung Buaran Asem, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Sape’i, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan pertanian ini.
“Alhamdulillah, semoga panen nanti bisa maksimal dengan kualitas buah yang bagus. Bantuan ini jelas sangat bermanfaat bagi kami petani untuk menunjang roda perekonomian,” ungkapnya. (alfian/aditya)
Baca Juga: Apresiasi Pendonor, Pemkab Tangerang Gratiskan Biaya Transfusi Darah di RS
