SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Peringati hari hemofilia sedunia yang jatuh di setiap tanggal 17 April, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, meminta agar masyarakat dan Pemerintah Daerah harus cermat dan responsif, dalam melakukan pencegahan terhadap penyakit langka tersebut.
“Untuk melakukan pencegahan ini, masyarakat dan pemerintah harus berkolaborasi, serta cermat dalam melakukan pencegahannya,” kata Intan Nurul Hikmah kepada Satelit News, Sabtu (19/4).
Menurut Intan, Hemofilia merupakan sebuah penyakit gangguan pembekuan darah yang bersifat keturunan. Katanya, berdasarkan angka prevalensi hemofilia di dunia, sebanyak 400.000 orang menderita Hemofilia. Dan, sebanyak 25.000 orang berasal dari Indonesia, namun kemungkinan besar, banyak penderita Hemofilia di Indonesia yang belum terdiagnosa.
“Dari data dunia, sebanyak 400.000 orang, kemungkinan besar sebanyak 25.000 berasal dari Indonesia,” katanya.
Lanjut Intan, tanda dan gejala hemofilia biasanya mudah memar kebiruan, tanpa penyebab yang jelas terutama pada masa bayi dan balita, lalu bengkak dan nyeri pada sendi, riwayat perdarahan yang sulit berhenti pascatrauma, atau tindakan medis tertentu seperti cabut gigi, sirkumsisi atau operasi.
“Penanganan penderita hemofilia harus dilakukan secara komprehensif, dari mulai tata laksana nyerinya hingga masalah kejiwaan yang mungkin dialami,” katanya.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Dorong UMKM Segera Urus Sertifikasi Halal
Intan juga mengapresiasi, dengan adanya peringatan hari hemofilia di RSUD Kabupaten Tangerang ini. Karena, hal ini menjadi salah satu bagian dari misi Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kesehatan yang berkualitas.
“Kami apresiasi setinggi-tingginya untuk acara ini. Karena, ini komitmen kami untuk terus berupaya mendukung peningkatan layanan kesehatan, khususnya terkait penyakit langka seperti hemofilia,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua HMHI Provinsi Banten, Dicki Arianda mengungkapkan, momen WHD dijadikan untuk terus berkarya dan menjalani kehidupan seperti seharusnya. Dicki Arianda menekankan, kepada sahabat pengidap hemofilia agar tidak terbelenggu, karena Pemerintah Pusat dan Daerah saat ini terus memberikan perhatian, khususnya fasilitas kesehatan.
“Terdapat 160 pengidap hemofilia baik dewasa dan anak yang ada di Provinsi Banten, serta ada 6 rumah sakit yang sudah memiliki fasilitas kesehatan hemofilia, salah satunya RSUD Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (alfian)





















