SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Sebanyak 78.920 warga Kabupaten Tangerang tercatat sebagai kelompok berisiko tinggi tertular virus HIV. Data ini dirilis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, yang menyebut bahwa kelompok tersebut terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu hamil hingga warga binaan pemasyarakatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Sumihar Sihaloho mengatakan, dari data 78.920 orang itu, hanya beresiko tertular Human Immunodeficiency Virus atau sering disebut HIV.
Sumihar menjabarkan, jumlah itu terdiri dari ibu hamil sebanyak 61.571 orang, pasien tuberkolosis (TB) sebanyak 11.881 orang, pasien infeksi menular seksual (IMS) sebanyak 2.002 orang, lelaki seks lelaki atau gay sebanyak 1.912 orang, Wanita Pekerja Seksual (WPS) sebanyak 219 orang, transgender/waria sebanyak 219 orang, pengguna napza suntik (penasun) sebanyak 6 orang dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebanyak 1.110 orang.
“Mereka masuk ke dalam kelompok beresiko penularan virus HIV, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan tes HIV. Jadi data sebanyak 78.920 itu, hanya data sasaran orang beresiko terduga menderita HIV dan belum dinyatakan positif,” kata Sumihar Sihaloho kepada Satelit News, Kamis (24/4).
Lanjut wanita yang akrab disapa Dokter Minky, bahwa orang yang beresiko menderita HIV tersebut diklaim telah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar kesehatan. Dimana, pemeriksaan sudah dilakukan di layanan kesehatan Puskesmas, klinik, dan juga rumah sakit untuk memastikan mereka tertular HIV atau tidak.
“Jadi setiap pasien ibu hamil harus mendapat pelayanan tes HIV, setiap pasien TB juga harus dilakukan pemeriksaan tes HIV, kelompok beresiko mendapat pelayanan tes HIV,” ujarnya.
Baca Juga: 200 PKL Jalan Kiasnawi Tangerang Direlokasi Mulai 14 Oktober 2026
Minky menegaskan, bahwa pemeriksaan tes HIV itu sudah sesuai dengan PMK Nomor 6 tahun 2024. Selain dilakukan tes atau pemeriksaan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang juga telah melakukan edukasi kepada masyarakat, agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang beresiko terjadinya penularan HIV.
“Edukasi perilaku berisiko dan skrining orang dengan risiko terinfeksi virus HIV terus kita gencarkan. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat menularkan HIV,” tandasnya. (alfian/aditya)





















