SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Crystal Palace berhasil lolos ke Final Piala FA 2024/2025. Pada kesempatan ketiganya tampil di sana, akankah The Eagles bisa juara?
Palace tampil mantap saat menghadapi Aston Villa di semifinal Piala, Sabtu (26/4/2025) malam WIB. Mereka menang tiga gol tanpa balas lewat brace Ismaila Sarr yang dibuka gol Eberechi Eze di babak pertama.
Dengan demikian, Palace melaju ke partai puncak ajang tersebut dan tinggal menunggu pemenang partai Nottingham Forest vs Manchester City, Mingu (27/4/2025) malam WIB nanti.
Bagi Palace, keberhasilan lolos ke final Piala FA ini adalah kali ketiga sepanjang sejarah klub. Sebelumnya, Palace sempat tampil di 1989/1990 dan 2015/2016, yang semuanya berujung kekalahan.
Ironisnya dua kekalahan itu didapat dari klub yang sama, Manchester United. Pada tahun 1990, Palace kalah 0-1 karena gol Lee Martin pada menit ke-59.
Berselang 26 tahun kemudian, Palace takluk 1-2 dalam perpanjangan waktu. Unggul duluan lewat Jason Puncheon pada menit ke-78, Palace dua kali dibobol Juan Mata pada menit ke-81 dan Jesse Lingard pada menit ke-110. “Benar-benar puas, seperti berada di langit ketujuh,” ujar kiper Palace Dean Henderson kepada BBC Sport.
“Jika kami tampil seperti ini di final, maka apapun bisa terjadi. Para pemain luar biasa. Jika kami bermain seperti hari ini, siapapun bisa dikalahkan. Kami harus menikmatinya, jadi kami akan berpesta malam ini,”
sambungnya.
Palace jadi tim pertama setelah Tottenham Hotspur pada Desember 2018, yang bikin dua gol dari luar kotak penalti di Wembley. Ini juga jadi kemenangan terbesar Palace di Wembley.
“Saya melihat ada peluang untuk menembak. Saya selalu mencoba keberuntungan saya, tembak saja pokoknya. Kami melatih ini setiap saat, saya bersyukur kepada Tuhan karena saya bisa mencetak gol hari ini dan membantu tim,” ujar Eze di BBC Sport.
Setelah dua kesempatan pertama juara Piala FA digagalkan Manchester United, Palace kini bertekad untuk merebut trofi bergengsi pertama dalam sejarah klub. “Saya yakin 100 persen (kami bisa juara). Saya yakin kami berusaha keras dan semoga saja bisa melakukannya,” ujar Eze di BBC Sport.
Di sisi lain, dua pekan belakangan begitu menakutkan untuk Aston Villa. The Villans tampil memble yang bikin mereka tersingkir dari dua kompetisi sekaligus.
Kesempatan terakhir Villa meraih trofi musim ini sirna setelah kekalahan 0-3 dari Crystal Palace di Semifinal Piala FA, Sabtu (26/4/2025) malam WIB. Dua gol Ismaila Sarr dan Eberechi Eze tidak bisa dibalas Villa.
Padahal Villa bermain dominan dengan menciptakan 16 attempts, delapan di antaranya on goal dan menguasai 72 persen ball possesion. Sayangnya, Villa tidak bisa memaksimalkan itu.
Hasil yang juga menambah suram dua pekan terakhir pasukan Unai Emery tersebut. Pada 16 April atau 10 hari lalu, Villa baru saja disingkirkan Paris Saint-Germain dengan agregat 5-4 di perempatfinal Liga Champions.
Lalu, misi finis empat besar juga mendapat kendala usai kalah 1-2 dari Manchester City di Etihad Stadium, Rabu (23/4) dini hari WIB kemarin atau beberapa hari sebelum laga semifinal.
Villa saat ini berada di posisi ketujuh klasemen Liga Inggris dengan 57 poin dari 34 laga, selisih tiga angka dari Chelsea di urutan kelima yang merupakan zona aman Liga Champions.
Emery selaku manajer pun meminta maaf atas hasil buruk Villa dua pekan terakhir ini. Pria asal Spanyol itu berjanji akan segera mengembalikan Villa ke jalur kemenangan. “Saya minta maaf kepada para suporter kami karena mereka begitu termotivasi. Kami harus lekas bangkit karena masih ada misi penting untuk diraih. Hari ini kami kalah dan terima kasih kepada suporter kami. Selamat untuk Crystal Palace dan kami akan lupakan kekalahan ini. Ini sudah selesai dan kami fokus ke laga berikutnya,” ujar Emery di Sky Sports. (dm)