SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Sejumlah warga Kampung Cikadu, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, swadaya memperbaiki kerusakan jembatan Cikadu. Tindakan itu terpaksa mereka lakukan, karena pemerintah setempat tidak pernah memperhatikam kerusakan jembatan utama masyarakat itu.
Agus S Atmodjoe, warga setempat mengatakan, kerusakan jembatan tersebut sudah lama dan belum pernah dilakukan perbaikan. Padahal, kata dia, masyarakat selalu menyampaikan persoalan tersebut, namun tidak pernah mendapat respons.
“Rusaknya sudah lama, dan belum pernah dibenerin. Perbaikan jembatan Cikadueun ini dilakukan, karena kondisinya sudah rusak parah, bahkan bolong. Kondisi itu tentunya membahayakan bagi pengguna jalan,” kata Agus, Minggu (4/5/2025).
Dia mengatakan, masyarakat melakukan perbaikan jembatan itu agar para pengguna jalan tidak merasa was-was dan khawatir. Oleh karena, banyak sepeda motor yang melintas, namun kondisi jembatan mengalami kerusakan parah.
“Kurang lebih, perbaikan berupa penambalan sepanjang 10 meter. Tujuannya, agar pengguna jalan lebih nyaman saat melalui jembatan Cikadu,” ujarnya.
Dia mengaku, perbaikan tersebut sepenuhnya dibiayai oleh masyarakat dan diperbaiki oleh masyarakat. Soalnya, kata dia, apabila menunggu diperbaiki pemerintah, kerusakan jembatan bisa semakin parah.
“Soalnya kalau nunggu dari pemerintah, sampai kapan. Puluhan tahun ini tidak disentuh, makanya kita lakukan perbaikan secara swadaya. Kalau dibiarkan lebih lama, rusaknya bisa semakin parah,” tukasnya.
Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, meminta maaf atas persoalan tersebut. Dia mengaku, saat ini Pemkab Pandeglang tidak bisa berbuat banyak, karena terjadi pemangkasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dari Pemerintah Pusat.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih, dan mengapresiasi gerakan dipelopori oleh pemuda. Kami mohon maaf, di tahun ini karena ada efisiensi anggaran, sehingga pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Pandeglang belum dapat direalisasikan secara maksimal,” ungkapnya.
Iing menerangkan, anggaran fisik untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pandeglang, senilai Rp107,4 Miliar dipangkas. Hal tersebut, menyebabkan proyek pembangunan infrastruktur jalan yang sebelumnya sudah tender dini dibatalkan.
“Oleh karena itu, dengan adanya aksi perbaikan jalan dan jembatan hasil swadaya masyarakat, itu sangat membantu. Karena memang, kami membutuhkan bantuan dari semua elemen masyarakat dalam mewujudkan Pandeglang maju,” imbuhnya. (adib)