SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Tempat relokasi yang diperuntukkan bagi pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Ciputat hingga saat ini kondisinya masih sepi, Senin (5/5/2025). Lokasi yang diperuntukkan bagi PKL di Jalan H Usman itu dinilai tidak strategis oleh pedagang.
Udin, salah satu pedagang sayur mengatakan bahwa dirinya mengaku enggan pindah lantaran dikhawatirkan tidak ada pengunjung yang datang. Kata dia, saat ini dirinya masih berjualan di pinggir jalan.
“Tidak pada mau masuk ke dalam, karena belum gusur besar besaran. Bangunan ini juga ngga keliatan dari jalan, aksesnya juga ngga keliatan. Kurang strategis tempatnya ini, kalau masalah tempat mah enak keliatannya juga bersih,” ujarnya saat ditemui.
Walaupun ia ikut ditertibkan oleh petugas beberapa waktu lalu, pria yang berjualan sejak tahun 2003 ini mengaku tetap akan berjualan di pinggir jalan. Terkecuali, lanjut dia, semua pedagang ikut pindah masuk ke dalam pasar.
Udin menyadari betul bahwa memang pendaftaran lapak yang disediakan tidak dipungut biaya. Dirinya juga mengaku lahan yang disediakan sangat nyaman dan bersih, tetapi kondisi itu tidak diimbangi dengan banyaknya pengunjung yang datang.
“Iya gratis daftarnya, cuma memang berat sepinya ini tempat. Kalau nyaman memang nyaman, daripada pinggir jalan. Udah dari abis lebaran masih kosong ini, apa kupikir cuma ngabisin anggaran aja kali akhir tahun. Kan bisa jadi,” bebernya.
Baca Juga: Relokasi Kabel Udara di Tangerang Selatan Terus Berlanjut
Pedagang lainnya yang engga disebutkan namanya menyebut bahwa seluruh pedagang belum tentu mau pindah. Menurutnya, lapak-lapak yang berlokasi di pinggir jalan harus dipindahkan semuanya. Sehingga nantinya pengunjung mau masuk kedalam gedung pasar.
“Tapi sepertinya tidak mungkin semuanya pindah, ini kan sudah ada yang bangunan baja ringan. Itu sistem kontrak sementara dulu untuk penampungan bahasanya,” kata pria tersebut.
Pantauan di lokasi, pada salah satu sudut bangunan untuk relokasi pedagang terdapat pos pendaftaran pedagang baru efek penertiban pedagang di Jalan H Usman. Lokasinya berada di gedung B lantai 1.
Salah satu petugas yang berjaga di pos pendaftaran menyampaikan bahwa setidaknya sudah ada sekitar 50 pedagang yang mendaftar sejak dilakukan penertiban oleh petugas gabungan pada, pada Senin (14/4/2025).
“Yang mendaftar ada sekitar 50 an dari awal digusur masuk kesini. Iya belum ditempatin,” singkat petugas tersebut. (eko)

















