SATELITNEWS.COM, TANGERANG– Dianggap menghalangi dan mengganggu aktivitas, sebanyak 7 bangunan liar (bangli) yang berada di depan halaman SMPN 5 Cikupa, Kecamatan Cikupa dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang, Jumat (9/5/2025).
Sekretaris Satpol PP Kabupaten Tangerang, Ana Supriyatna mengatakan, ketujuh bangunan liar itu berdiri tepat di area depan halaman sekolah dan telah lama menjadi sorotan karena mengganggu fungssi fasilitas pendidikan.
Keberadaan bangunan tersebut menimbulkan keluhan dari pihak sekolah, guru, orang tua murid, hingga masyarakat sekitar, karena menghambat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, termasuk kegiatan upacara dan olahraga siswa di halaman sekolah.
” tindakan penertiban ini dilakukan setelah menerima laporan resmi dari pihak sekolah serta hasil verifikasi lapangan yang menunjukkan pelanggaran terhadap ketertiban umum dan peraturan daerah mengenai pemanfaatan ruang publik. Sebelum, dilakukan pembongkaran juga telah kami lakukan sosialisasi terlebih dahulu, ” kata Sekretaris Satpol PP Kabupaten Tangerang, Ana Supriatna kepada SatelitNews.Com, Jumat (9/5/2025).
Kata Ana, penertiban ini melibatkan puluhan personel Satpol PP, didukung aparat Kepolisian dan TNI, guna menjaga ketertiban dan menghindari potensi konflik selama proses berlangsung. Tetapi, selama proses penertiban semua berjalan dengan lancar, para pemilik bangunan liar pun bahkan ikut membongkar secara sukarela.
” Alhamdulillah berlangsung tertib dan kondusif, sebagian pemilik bangunan bahkan secara sukarela membongkar sendiri bangunannya sebelum tim Satpol PP bertindak, ” tukasnya.
Baca Juga: Satpol PP Kabupaten Serang Beri Waktu 4 Hari Bangli Di Kibin Bongkar Mandiri
Kepala SMPN 5 Cikupa, Ibu Nurhikmah, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Satpol PP serta seluruh pihak yang terlibat. Ia menyebut, keberadaan bangunan liar selama ini telah menyulitkan pelaksanaan berbagai aktivitas siswa di luar kelas.
“Alhamdulillah, hari ini menjadi awal baru bagi lingkungan sekolah kami. Kami berharap halaman sekolah bisa kembali dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan positif siswa seperti olahraga, upacara, dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya,” ucap Nurhikmah. (alfian)
