Senin, 7 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Bakteri di Menu Jadi Biang Keladi, Ratusan Siswa Keracunan MBG di Bogor

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 13 Mei 2025 17:44 WIB
Rubrik Nasional
Bakteri di Menu Jadi Biang Keladi, Ratusan Siswa Keracunan MBG di Bogor

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengunjungi korban dugaan keracunan paket menu MBG. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Kasus keracunan massal akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bogor terus bertambah, dengan total 223 siswa terdampak. Pemerintah menanggung seluruh biaya pengobatan, sementara hasil uji laboratorium mengungkap adanya bakteri E. coli dan Salmonella dalam makanan yang dikonsumsi.

Deputi Bidang Sistem Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan para korban akan ditanggung negara. Pihaknya telah bekerja sama dengan puskesmas dan fasilitas kesehatan setempat untuk memastikan para siswa mendapatkan perawatan optimal tanpa beban biaya.

“Korban diberikan asuransi untuk membayar biaya kesehatannya dan kami bekerja sama dengan puskesmas menanggung seluruh biaya pengobatan itu,” ujar Tigor dalam keterangan tertulis, Selasa (13/5).

Lebih lanjut, BGN juga telah melakukan uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kasus keracunan ini dan memberikan teguran keras kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Tak hanya itu, pelatihan ulang akan diberikan kepada seluruh pegawai SPPG, khususnya bagian penjamah makanan, untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

“Kalau ada indikasi bahan makanan tidak segar atau ditemukan kejanggalan dari pihak pemasok, kami tidak akan segan untuk memutus kerja sama dengan supplier tersebut,” tegas Tigor.

Di Bogor, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan bahwa jumlah siswa yang mengalami keracunan mengalami peningkatan dari 210 menjadi 223 orang. Angka ini berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi dari 13 sekolah terdampak. Sejumlah 45 siswa dirawat inap, 49 lainnya menjalani rawat jalan, dan sisanya sebanyak 129 orang mengalami gejala ringan.

Baca Juga: Mahkamah Konstitusi: Pisahkan Anggaran MBG dari Pendidikan

“Dinas Kesehatan terus berkoordinasi dengan sekolah-sekolah terdampak dan rumah sakit untuk memastikan penanganan dilakukan secara optimal,” ungkap Sri.

Sebagai langkah antisipasi, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) sejak Jumat (9/5). Keputusan ini diambil agar siswa yang terindikasi mengalami gejala keracunan dapat segera mengakses layanan kesehatan tanpa khawatir soal biaya.

BeritaTerbaru

Menteri Perhubungan Perpanjang Penutupan 8 Bandara

Menteri Perhubungan Perpanjang Penutupan 8 Bandara

Senin, 7 Sep 2026 08:15 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya

SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi

Senin, 7 Sep 2026 08:03 WIB
Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku

Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku

Minggu, 6 Sep 2026 17:27 WIB
Beras Langka di Pasar Modern, Pemerintah Gelontorkan 110 Ribu Ton

Beras Langka di Pasar Modern, Pemerintah Gelontorkan 110 Ribu Ton

Minggu, 6 Sep 2026 17:23 WIB

Berdasarkan hasil uji sampel makanan yang dilakukan oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Bogor, ditemukan bahwa dua jenis bakteri penyebab utama keracunan adalah Escherichia coli (E. coli) dan Salmonella. Bakteri ini ditemukan pada menu telur ceplok berbumbu barbeque serta tumis toge dan tahu yang disajikan dalam paket MBG.

“Bakteri ini muncul dari ceplok telor yang dipakai bumbu barbeque. Kemudian ada juga tumis toge dan tahu yang terindikasi mengandung Salmonella,” kata Wali Kota Dedie Rachim dalam jumpa pers, Senin (12/5).

Ia menjelaskan bahwa uji laboratorium dilakukan terhadap sisa makanan yang dikonsumsi para siswa. Sampel yang diuji meliputi nasi, telur, tahu, toge, serta beberapa bahan lainnya yang tersisa setelah kejadian.

Kasus keracunan ini pertama kali mencuat pada Rabu (7/5), ketika 36 siswa Sekolah Bosowa Bina Insani mengalami gejala mual, muntah, dan diare setelah menyantap menu MBG. Seiring waktu, jumlah korban terus bertambah hingga akhirnya Pemkot Bogor menetapkan status KLB dan melibatkan lintas sektor dalam proses penanganan.

Baca Juga: Program MBG Buat BGN Punya Utang Rp 1,7 Triliun

Insiden ini menjadi tamparan keras bagi sistem penyediaan makanan bergizi gratis yang selama ini digadang sebagai upaya menekan angka kekurangan gizi dan stunting di kalangan pelajar. Tigor menegaskan bahwa ke depan, BGN akan lebih ketat dalam pengawasan kualitas bahan makanan serta memperbaiki mekanisme kontrol internal di setiap dapur penyedia MBG.

“Kami sedang menyusun standar operasional prosedur baru yang lebih ketat. Semua pihak terkait, mulai dari penyuplai hingga penjamah makanan, harus bekerja sesuai dengan protokol kesehatan pangan,” ujarnya. (rmg/san)

Tags: biayabogorkeracunanMakan Bergizi Gratispengobatan
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi
Nasional

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Sabtu, 5 Sep 2026 08:12 WIB
Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun
Nasional

Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Jumat, 4 Sep 2026 07:38 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya
Nasional

SIM Keliling Jakarta Jumat 4 September, Cek Lokasinya di Sini

Jumat, 4 Sep 2026 07:25 WIB
Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 1 September, Cek Lokasinya
Nasional

SIM Keliling Jakarta Kamis 3 September, Cek di Sini Lokasinya

Kamis, 3 Sep 2026 07:43 WIB
Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup
Nasional

Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup

Rabu, 2 Sep 2026 20:59 WIB
620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community
Nasional

620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community

Rabu, 2 Sep 2026 20:51 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Ahmad Zaenudin, Ketua PC IMM Serang. (ISTIMEWA)

IMM Serang Soroti Wacana Relokasi SMP 4 Kota Serang

Senin, 31 Agu 2026 18:57 WIB
PT PWI 6 Hengkang, Wabup Lebak Sentil Pengganggu Investasi

PT PWI 6 Hengkang, Wabup Lebak Sentil Pengganggu Investasi

Kamis, 3 Sep 2026 18:32 WIB
BERSIHKAN ABU -- Seorang warga di Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, sedang membersihkan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026). (MARDIANA/SATELITNEWS.COM)

Abu Vulkanik Erupsi GAK Hujani Pandeglang, Bupati Dewi: Gunakan Masker dan Kacamata

Minggu, 6 Sep 2026 20:10 WIB
Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas

Destry Damayanti Pimpin BI, Stabilitas Jadi Prioritas

Selasa, 1 Sep 2026 17:39 WIB
SUNGAI CIUJUNG : Kali Ciujung di Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan, mulai surut karena kemarau. Baru-baru ini, aliran Sungai Ciujung di Kabupaten Serang, berubah menjadi hitam karena dampak pembuangan limbah. (ISTIMEWA)

32 Perusahaan Di Banten Berstatus Tidak Taat Lingkungan

Senin, 31 Agu 2026 13:42 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.