Sabtu, 4 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Bakteri di Menu Jadi Biang Keladi, Ratusan Siswa Keracunan MBG di Bogor

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 13 Mei 2025 17:44 WIB
Rubrik Nasional
Bakteri di Menu Jadi Biang Keladi, Ratusan Siswa Keracunan MBG di Bogor

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengunjungi korban dugaan keracunan paket menu MBG. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Kasus keracunan massal akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bogor terus bertambah, dengan total 223 siswa terdampak. Pemerintah menanggung seluruh biaya pengobatan, sementara hasil uji laboratorium mengungkap adanya bakteri E. coli dan Salmonella dalam makanan yang dikonsumsi.

Deputi Bidang Sistem Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan para korban akan ditanggung negara. Pihaknya telah bekerja sama dengan puskesmas dan fasilitas kesehatan setempat untuk memastikan para siswa mendapatkan perawatan optimal tanpa beban biaya.

“Korban diberikan asuransi untuk membayar biaya kesehatannya dan kami bekerja sama dengan puskesmas menanggung seluruh biaya pengobatan itu,” ujar Tigor dalam keterangan tertulis, Selasa (13/5).

Lebih lanjut, BGN juga telah melakukan uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kasus keracunan ini dan memberikan teguran keras kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Tak hanya itu, pelatihan ulang akan diberikan kepada seluruh pegawai SPPG, khususnya bagian penjamah makanan, untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

“Kalau ada indikasi bahan makanan tidak segar atau ditemukan kejanggalan dari pihak pemasok, kami tidak akan segan untuk memutus kerja sama dengan supplier tersebut,” tegas Tigor.

Di Bogor, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan bahwa jumlah siswa yang mengalami keracunan mengalami peningkatan dari 210 menjadi 223 orang. Angka ini berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi dari 13 sekolah terdampak. Sejumlah 45 siswa dirawat inap, 49 lainnya menjalani rawat jalan, dan sisanya sebanyak 129 orang mengalami gejala ringan.

Baca Juga: Dukungan Keberlanjutan MBG dari PGRI dan FSPP Lebak

“Dinas Kesehatan terus berkoordinasi dengan sekolah-sekolah terdampak dan rumah sakit untuk memastikan penanganan dilakukan secara optimal,” ungkap Sri.

Sebagai langkah antisipasi, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) sejak Jumat (9/5). Keputusan ini diambil agar siswa yang terindikasi mengalami gejala keracunan dapat segera mengakses layanan kesehatan tanpa khawatir soal biaya.

BeritaTerbaru

Program Magang Nasional 2026 Tawarkan Gaji Rp3,5–6 Juta, Diperluas Jadi 150 Ribu Peserta

Program Magang Nasional 2026 Tawarkan Gaji Rp3,5–6 Juta, Diperluas Jadi 150 Ribu Peserta

Selasa, 30 Jun 2026 14:57 WIB
El Nino Bawa Ancaman Berlapis, BMKG: Perkotaan Waspadai ISPA

El Nino Bawa Ancaman Berlapis, BMKG: Perkotaan Waspadai ISPA

Senin, 29 Jun 2026 16:22 WIB
Jaga Rupiah, BI Disuntik Bank Rp281 Triliun

Jaga Rupiah, BI Disuntik Bank Rp281 Triliun

Senin, 29 Jun 2026 16:20 WIB
Hasil Survei Puspoll Indonesia Menunjukkan Tingkat Kepuasan Masyarakat ke Prabowo 64,8 Persen

Hasil Survei Puspoll Indonesia Menunjukkan Tingkat Kepuasan Masyarakat ke Prabowo 64,8 Persen

Minggu, 28 Jun 2026 14:17 WIB

Berdasarkan hasil uji sampel makanan yang dilakukan oleh Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Bogor, ditemukan bahwa dua jenis bakteri penyebab utama keracunan adalah Escherichia coli (E. coli) dan Salmonella. Bakteri ini ditemukan pada menu telur ceplok berbumbu barbeque serta tumis toge dan tahu yang disajikan dalam paket MBG.

“Bakteri ini muncul dari ceplok telor yang dipakai bumbu barbeque. Kemudian ada juga tumis toge dan tahu yang terindikasi mengandung Salmonella,” kata Wali Kota Dedie Rachim dalam jumpa pers, Senin (12/5).

Ia menjelaskan bahwa uji laboratorium dilakukan terhadap sisa makanan yang dikonsumsi para siswa. Sampel yang diuji meliputi nasi, telur, tahu, toge, serta beberapa bahan lainnya yang tersisa setelah kejadian.

Kasus keracunan ini pertama kali mencuat pada Rabu (7/5), ketika 36 siswa Sekolah Bosowa Bina Insani mengalami gejala mual, muntah, dan diare setelah menyantap menu MBG. Seiring waktu, jumlah korban terus bertambah hingga akhirnya Pemkot Bogor menetapkan status KLB dan melibatkan lintas sektor dalam proses penanganan.

Baca Juga: Wabup Lebak Kumpulkan Camat-Kades, Diminta Kawal Program MBG

Insiden ini menjadi tamparan keras bagi sistem penyediaan makanan bergizi gratis yang selama ini digadang sebagai upaya menekan angka kekurangan gizi dan stunting di kalangan pelajar. Tigor menegaskan bahwa ke depan, BGN akan lebih ketat dalam pengawasan kualitas bahan makanan serta memperbaiki mekanisme kontrol internal di setiap dapur penyedia MBG.

“Kami sedang menyusun standar operasional prosedur baru yang lebih ketat. Semua pihak terkait, mulai dari penyuplai hingga penjamah makanan, harus bekerja sesuai dengan protokol kesehatan pangan,” ujarnya. (rmg/san)

Tags: biayabogorkeracunanMakan Bergizi Gratispengobatan
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Kejagung Putuskan Tolak Justice Collaborator Sony Sonjaya, Berikut Ini Alasannya
Nasional

Kejagung Putuskan Tolak Justice Collaborator Sony Sonjaya, Berikut Ini Alasannya

Selasa, 23 Jun 2026 17:36 WIB
Jokowi Hormati Keputusan Kejaksaan, Roy Suryo & Tifa Siap Tarung
Nasional

Jokowi Hormati Keputusan Kejaksaan, Roy Suryo & Tifa Siap Tarung

Selasa, 23 Jun 2026 17:31 WIB
Prabowo: NU Tak Pernah Kalah
Nasional

Prabowo: NU Tak Pernah Kalah

Selasa, 23 Jun 2026 17:28 WIB
Purbaya: Harga Pertamax Berpeluang Turun
Nasional

Purbaya: Harga Pertamax Berpeluang Turun

Senin, 22 Jun 2026 16:28 WIB
Listrik Jawa Mulai Stabil, Pemadaman Bergilir Ditekan
Nasional

Listrik Jawa Mulai Stabil, Pemadaman Bergilir Ditekan

Senin, 22 Jun 2026 16:24 WIB
Pembahasan RUU Perampasan Aset Dikebut
Nasional

Pembahasan RUU Perampasan Aset Dikebut

Minggu, 21 Jun 2026 13:12 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

LATIHAN - Untuk menghadapi Forprov 2026, para atlet yang tergabung dalam Inorga, rutin berlatih. (ISTIMEWA)

Target 3 Besar di Forprov 2026, Inorga KORMI Kabupaten Serang Giat Berlatih

Minggu, 28 Jun 2026 12:28 WIB
Ikut Serta dalam Expo Apeksi, Pemkot Tangerang Ingin Perkuat Daya Saing UMKM Lokal

Ikut Serta dalam Expo Apeksi, Pemkot Tangerang Ingin Perkuat Daya Saing UMKM Lokal

Rabu, 1 Jul 2026 19:30 WIB
Dosen Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang (Unpam) dan Peneliti Senior Citra Institute, Agisthia Lestari. (ISTIMEWA)

Putusan MK dan Harapan Baru Perempuan, Dunia Politik Indonesia Lebih Berwarna

Selasa, 30 Jun 2026 11:11 WIB
DIMUSNAHKAN : Berbagai jenis narkotika hasil tindak kejahatan dimusnahkan. Secara keseluruhan, narkoba tersebut ditaksir mencapai Rp90,5 Miliar. (ISTIMEWA)

Polda Banten Musnahkan Berbagai Jenis Narkotika Senilai Rp90,5 Miliar

Selasa, 30 Jun 2026 14:16 WIB
Jenazah Pria Tanpa Identitas Mengambang di Aliran Sungai Ciujung Lebak

Jenazah Pria Tanpa Identitas Mengambang di Aliran Sungai Ciujung Lebak

Rabu, 1 Jul 2026 16:16 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.