SATELITNEWS.COM, LEBAK—Suasana gembira menyelimuti Desa Asem Margaluyu, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Sebab hasil panen mereka sebagai petani kebun dan sawah cukup melimpah. Sebagai tanda syukur mereka kemudian menggelar tradisi sedekah bumi atas rezeki yang didapat.
Tradisi sedekah bumi ini merupakan ungkapan rasa syukur mereka terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah di daerahnya. Tradisi sedekah bumi ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal tetap hidup dan dijaga dengan baik oleh masyarakat pedesaan. Selain untuk melestarikan budaya lokal, kegiatan ini juga menjadi sarana spiritual dan sosial yang mempererat rasa kebersamaan antar masyarakat desa.
Mulai dari bapak- bapak, ibu-ibu, hingga anak-anak, tak sungkan membawa hasil panen buminya baik yang sudah diolah menjadi makan maupun yang masih mentah. Mereka bawa ke lapangan yang sudah disiapkan oleh panitia.
Hasil bumi yang sudah terkumpul oleh para tokoh serta ratusan masyarakat kemudian didoakan. Sukacita dan bersemangat pun terpancar dari wajah mereka saat lantunan doa selesai dibacakan, mereka langsung berebut persembahan hasil bumi berupa buah-buahan, sayur- sayuran dan padi yang sudah diikat dan digantung di tenda utama.
Menurut tokoh masyarakat setempat Rohimi, kegiatan sedekah bumi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur warga terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki melalui tanah yang mereka garap. “Sedekah bumi ini merupakan bentuk rasa syukur kami kepada Allah SWT. Alhamdulillah hasil panen kami melimpah, hasil padi kami melimpah,” kata Rohimi, Selasa (13/5/2025).
Ia menjelaskan, warga yang terbilang mampu akan dimintai hasil panennya dan dikumpulkan di tempat yang sebelumnya sudah disiapkan panitia. Lalu setelah itu hasil panen berupa buah-buahan, sayur- sayuran, dan berbagai kue tradisional kemudian dibagikan kepada warga yang kurang mampu. “Orang yang wajib bersedekah kami kumpulkan, kemudian kami tampung setelah itu kami bagikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya,” jelasnya.
Baca Juga: Sedekah Bumi Jelang Masa Tanam, Tradisi Masyarakat Kalapa Cagak Pandeglang yang Tetap Lestari
Sementara, Kepala Desa Asem Margaluyu, Ade, menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung dan melestarikan tradisi turun- temurun ini. Mengingat beberapa tahun terakhir budaya sedekah bumi di daerahnya itu nyaris punah karena dimakan zaman. “Kami sebagai masyarakat bersyukur atas dasar nikmat dan karunia Allah sehingga mengadakan sedekah bumi, ini yang harus patut kita dukung, budaya tradisi yang selama ini hampir punah sudah beberapa tahun tidak dilaksanakan,” kata Ade.
Ade mengungkapkan, bahwa tradisi ini sempat hilang dan nyaris punah dimakan zaman, namun berhasil dihidupkan kembali dalam beberapa tahun terakhir. “Tapi Alhamdulillah sudah tiga tahun ini budaya leluhur kami dilaksanakan kembali dari tahun 2022. Nah Alhamdulillah sekarang dilestarikan lagi, diadakan lagi budaya leluhur dalam rangka sedekah bumi tersebut,” pungkasnya. (mulyana)
