SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Adanya kasus keracunan siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah menjadi kasus serius. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof Dadan Hindayana langsung gercep alias gerak cepat menangani kasus tersebut. Siswa yang jadi korban mendapat asuransi kesehatan, sedangkan penyedia makan MBG langsung mendapatkan sanksi.
Kasus siswa keracunan MBG terbaru terjadi di Kota Bogor, Jawa Barat. Total sudah 223 siswa dari tingkat TK hingga SMK yang keracunan massal usai menyantap MBG di sekolah. Banyaknya siswa yang jadi korban, membuat Pemerintah Kota Bogor menjadikan kasus tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno menjelaskan, dari 223 yang keracunan, sebanyak 45 orang menjalani rawat inap, 49 rawat jalan, dan 129 mengalami keluhan ringan. “Korban yang terdata hari ini sebanyak 9 orang, sehingga total korban menjadi 223 orang,” kata Retno.
Retno menuturkan, data tersebut masih bisa bertambah seiring dengan penambahan jumlah pendataan. “Dinas Kesehatan terus berkoordinasi dengan sekolah-sekolah yang terpapar jika ada penambahan kasus dan koordinasi dengan rumah sakit untuk penanganan pasien dengan baik,” jelasnya.
Sebelum di Bogor, keracunan massal juga terjadi di beberapa daerah lain. Di Cianjur, Jawa Barat, 83 siswa mengalami keracunan MBG. Mereka yang keracunan berasal dari 2 sekolah ; 55 siswa MAN 1 Cianjur dan 23 lainnya dari SMP PGRI 1 Cianjur.
Di Bombana, Sulawesi Tenggara, kasus serupa juga terjadi. Sebanyak 13 siswa di SDN 33 Kasipute, Bombana mengalami gejala muntah dan sakit perut akibat menu MBG ayam tepung yang diduga basi. Di Karanganyar, Jawa Tengah, sejumlah siswa .
SD Wonorejo harus dilarikan ke rumah sakit usai mengonsumsi menu MBG pada Rabu, (24/4/2025). Kasus yang sama juga terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat. Sebanyak 24 siswa TK, SD, dan SMP di Kecamatan Rajapolah, Tasikmalaya, keracunan makanan MBG pada Kamis (1/5/2025).
Kasus lebih besar terjadi di Bandung, Jawa Barat. Ada 342 siswa SMP Negeri 35 Bandung keracunan setelah menyantap MBG pada Selasa (29/4/2025). Namun, tidak ada korban yang menjalani rawat inap. Para siswa hanya menjalani pemeriksaan di Puskesmas terdekat, lalu diperbolehkan pulang.
Maraknya kasus keracunan MBG di sejumlah daerah, membuat Kepala BGN Dadan Hindayana ambil tindakan tegas dan cepat. Di Bogor, Dadan langsung menonaktifkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bina Insani, Tanahsareal. SPPG inilah yang diketahui menyediakan MBG yang membuat 223 siswa keracunan di Kota Bogor.
Dadan bilang, BGN melakukan evaluasi mendasar agar kejadian tersebut tak terulang kembali. “Sementara (dapur MBG di Bogor) non aktif,” kata Dadan. Selain itu, Dadan mengungkapkan pihaknya berencana memberikan asuransi kesehatan kepada penerima manfaat. BGN juga telah berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk mematangkan rencana ini, mulai dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (rm)